Minggu, 27 Maret 2022

Doa Terkabul

Ini doaku yang kedua, dikabulkan Tuhan.
Seorang wanita cantik, salah satu dari lima wanita yang dipilih management Multibeauty untuk menunjukkan produk terbaru dari Muntibeauty, menarik perhatianku.
Wajahnya cantik, gayanya saat catwalk dan dipanggung menambah pesonanya. Sungguh aku terpesona.
Sesi pengenalan berakhir dan acara terus dilanjutkan hingga selesai, namun kehadirannya terus mengusik benakku. Dia duduk di samping kiri belakangku. Hingga acara bubarpun, aku terus berusaha untuk bisa foto bersama. 
Ini acara gebyar multibeauty di Hotel Lotus Garden Kediri, Minggu, 27 Maret 2022. Acara seperti ini jarang-jarang. Kalau aku tidak bisa potret dengan dia hari ini, belum tentu aku akan bertemu dengannya lagi. Pakaiannya yang sederhana namun elegan menambah daya tariknya. Aku tidak mau kehilangan moment itu 
Kuingat Tuhan lalu berdoa: "Tuhan, ijinkan aku untuk berfoto bersama dia." 
Kesempatan datang. Dia berjalan di sampingku. Aku memberanikan diri bertanya: " mbak, mbak"
Pada panggilan kedua, dia menoleh.
"Iya," jawabnya
"Bolehkah minta foto?"
"Oh, iya," katanya dengan senyum manis mengembang.
Dan ...tara...jadilah foto di atas itu.
Terimakasih Tuhan, ini kali kedua Engkau mengabulkan doaku untuk bisa mengenal seseorang yang baru kupandang.
Terimakasih kuhaturkan.

Kediri, 27 Maret 2022


Rabu, 02 Maret 2022

Percakapan Batin Di Malam Hari

* Suatu hari ketika anak sudah besar
Anak: "Aku ingin mencari papi."
Papi: "Carilah Nak bila kamu ingin mencari papi."

* Istri: "Aku telah memisahkan anak-anak dengan ayahnya."
Suami: "memang."

* Dalam rekreasi bersama satu keluarga
Suami melihat istri marah-marah kepada anak.
Suami hanya tersenyum sambil berpikir kepada istri sebagai orang yang tak bisa menguasai diri.
Anak-anak datang kepada ayahnya.
Ayah: "Sini, Nak?"
Dan ada kedamaian di sana.

* Ayah: "Anak-anakku, sebenarnya aku rindu kamu Nak, tapi bagaimana lagi, ibumu mengusirku." 

* Ayah: "Sebenarnya tak ada bayangan ayah akan memberimu kehidupan seperti ini Nak, kehidupan tanpa ayah di sisimu, tapi bagaimana lagi ini, ibumu mengusirku."

* Ketika suatu saat anak datang
Ayah: "Kamu sudah besar Nak, maaf ayah tidak bisa menemani pertumbuhanmu."

* Ketika suatu saat anak datang
Anak: "Papi, aku perlu uang."
Ayah: "Ini Nak, pakaialah untuk kebutuhanmu."

* Suami: "Usiranmu tidak hanya berdampak pada aku, tapi juga pada ibuku yang menyayangi aku, anaknya, sejak kecil, menjadi beban pikirannya." 

* Suami: Engkau telah merampas kenangan anak-anak di masa kecilnya bersama ayahnya dan merampas kenangan ayahnya bersama anak-anaknya di masa kecilnya.












SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...