Rabu, 27 April 2022

Untukmu

Untukmu, orang yang selalu menemaniku dalam suka dan duka. Padamu kuucap terimakasih.

Untukmu, orang yang selalu mengkhawatirkan diriku, memastikan aku baik-baik saja. Padamu kuucap terimakasih.

Untukmu yang menginginkan kita bisa menikmati waktu yang ada dengan ngobrol bersama dalam video call, namun terkadang aku sudah tertidur. Maafkan aku. Padamu kuucap terimakasih.

Baru empat bulan bersama, kita alami dua hal besar namun kita telah bisa mengatasihya dengan baik. Padamu kuucap terimakasih.

Untukmu yang mencintaiku selalu. Padamu kuucap terimakasih.

Untukmu, orang yang menampung hatiku saat aku dibuang, menyediakan rumah hatimu untuk aku bisa beristirahat. Padamu, kuucap terimakasih 

Untukmu, orang yang berkorban bagi diriku. Padamu kuucap terimakasih.

Untukmu yang selalu merindukanku. Padamu kuucap terimakasih.

Aku sayang kamu

Minggu, 24 April 2022

Yang Kutinggalkan Dalam Hidup Ini

Apa yang ingin kutinggalkan dalam hidup ini?
Aku ingin meninggalkan ini
1. Tulisan-tulisanku yang kumuat dalam buku antologi-antologiku, itu adalah sepenggal kisah perjalanan hidupku
2. Jepretan-jepretanku. Itu adalah bagian dari aku mengabadikan moment kehidupan saat itu dalam potretn
3. Kepribadianku dalam diriku yang sesungguhnya semampuku
4. Usaha sendiri yang bisa kurintis
5. Merangkul semua orang yang pernah hadir dalam hidup pada dadaku.


Rabu, 06 April 2022

Ketika Langit Malam Terlihat Cerah

Warsito ingin menemui Dani. Rasa rindu yang teramat dalam membulatkan tekad dalam dirinya untuk ingin menemui Dani kekasihnya.

Sore itu sepulang kerja Warsito bersiap-siap akan menempuh perjalanan jauh. Setelah persiapan selesai, Warsito segera menuju sepeda motor GL Maxnya, menstaternya dan segera melajukannya menuju Jombang. Butuh waktu empat jam baginya untuk sampai ke tujuan. 

Rasa capek di perjalanan Gresik-Jombang tak ia hiraukan. Pukul delapan malam ia sampai. Ia segera menghubungi Dani, pujaan hatinya.

Sepuluh menit kemudian Dani datang dengan mengendarai sepeda motornya. Setelah berbincang sejenak, mereka memutuskan untuk mencari makan bersama. Dani tahu tempat nyaman untuk makan bersama. Sebuah depot di pertigaan jalan tak jauh dari situ.

Mereka berangkat. Warsito mengikuti saja Dani dari belakang karena Dani yang tahu tempatnya. Hari semakin malam saja. Mereka menyusuri jalan yang kanan kirinya area persawahan. Suasana gelap karena tidak ada lampu penerangan jalan. Hanya langit nampak cerah, bintang bertaburan di angkasa

"Dan, kita berhenti sebentar," Warsito membuka percakapan.

"Di tempat gelap seperti ini?" timpal Dani.

"Iya"

Warsito menghentikan sepeda motornya. Demikian juga Dani. Warsito lalu mendekati Dani.

"Aku kangen." 

"Aku juga," balas Dani.

Warsito memandang wajah Dani sejenak lalu mendekatkan wajahnya, Warsito lalu melumat bibir Dani. Dani membalas. Mereka akhirnya saling melumat bibir. Desir-desir rasa rindu bercampur gairah mulai menjalari setiap sendi tubuh.
Warsito terus melumati bibir Dani sambil tangannya mulai menyusup mencari dua buah daging yang menonjol ke depan. Setelah ketemu ia mulai meremas-remas, memelintir puting susunya. Ia tergerak untuk membuka kaosnya dan melepas bra nya. Nampak susunya yang montok besar menggugah gairah. Warsito segera melumati kedua susu yang besar itu dengan lahapnya.

"Ohhhh" Dani mengerang merasakan kenikmatan. 

Suara erangan Dani membuat Warsito tambah bergairah. Ia kembali melumati bibir, menciumi leher sambil tangannya bergerilya kesana kemari sampai menyentuh area basah yang ditumbuhi banyak rambut.

Malam semakin sunyi saja. Binatang malam seakan engan mengeluarkan suaranya, seperti terpana dengan dua sejoli yang sedang memadu cinta itu. 

Permainan cinta selesai. Rasa kangen dan gairah telah terobati. Langit malam masih nampak terang. Bintang-bintang masih berkelap kelip memancarkan cahaya terang, seakan merestui kedua insan itu mengungkap cinta. 

"Ayo sayang kita lanjutkan perjalanan, kita makan." ajak Warsito kemudian

"Iya sayang,"

Setelah sampai ke depot yang mereka tuju, mereka segera memesan makanan dan makan. Ada kehangatan ketika mereka duduk berdekatan.

Setengah jam mereka makan lalu mereka memutuskan pulang. Butuh waktu dua puluh menit untuk sampai rumah. Mereka pulang. Sebentar lagi mereka sampai. 

"Sayang," kata Dani 

Mereka menghentikan laju kendaraan.
Dani mendekat,  melumat bibir Warsito dengan mesra, memberi kecupan di leher.

"Sudah, diantar sampai sini saja. Hati-hati ya sayang dalam perjalanan."

"Oke, kamu juga ya"

Warsito mencium kening Dani dan sekali lagi ia tergerak untuk melumat bibir Dani. Kehangatannya masih terasa sama. 

"Aku pulang ya,"  Warsito berpamitan

"Hati-hati"

Warsito pulang, demikian juga Dani. Langit malam masih tampak cerah. Warsito pulang dengan membawa kenangan indah.










SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...