Sabtu, 06 Desember 2025

QUO VADIS, LEGIO MARIA? Sebuah Refleksi

Kemana kamu akan pergi, Legio Maria? 

Sabtu pagi 6 Desember 2025, bus Kalisari itu melaju membawa rombongan legioner Legio Maria Paroki Santa Perawan Maria Gresik menuju Domus Mariae Sarangan Magetan untuk melakukan rekoleksi. 

Bagaikan seorang yang berjalan, ia sejenak berhenti untuk melihat perjalanan yang telah ia lalui, menggali kekuatan diri kemudian berjalan lagi, demikian para Legioner Legio Maria Paroki Santa Perawan Maria Gresik setelah sekian lama bergelut dalam karya kerasulan ingin mencari tempat yang hening di Domus Mariae Sarangan Magetan untuk sejenak ingin merenungkan diri, mengevaluasi diri lalu menggali kekuatan baru dalam karya kerasulan. 

Romo Manuel Edi Prasetyo, CM menjadi pembimbing rekoleksi. "Ouo Vadis, Legio Maria?" Kemana kamu akan pergi, Legio Maria? adalah tema dari rekoleksi ini sekaligus menjadi sebuah pertanyaan reflektif yang ditujukan kepada jiwa para legioner: kamu ingin mengarah kemana, kamu ingin menuju kemana ? apa yang kamu cari dengan menjadi seorang Legioner ?

Dalam paparannya, Romo Edi Prasetyo CM banyak mensharingkan pergulatan imannya sebagai seorang manusia biasa, sikapnya untuk kembali pada panggilan hidupnya yang dikehendaki Tuhan serta kepercayaanya yang total kepada Tuhan. Ia juga menggugah sikap kita selama ini sebagai seorang Legioner.  Apakah kita benar-benar telah meneladan Bunda Maria sebagai ratu, ibu dan pemimpin para legioner ?

Maria memberikan sikap yang patut diteladani oleh para legioner. Imannya yang kuat kepada Tuhan, kemurnian dirinya dengan tetap menjaga kekudusan diri serta pembawa harapan bagi semua orang yang memerlukan pertolongannya.

Maka "Ouo Vadis, Legio Maria?" Kemana kamu akan pergi, para legioner? mengajak kita para legioner dalam jatuh dan bangun kita sebagai seorang manusia biasa untuk tetap berusaha melangkah, menuju menjadi seorang legioner yang bertumbuh dalam iman, semakin menjadi kudus dan mampu menguduskan orang lain serta seorang yang memiliki harapan kuat dan pembawa harapan bagi orang lain yang kita layani dalam karya kerasulan.

Minggu, 7 Desember 2025 siang setelah sejenak pada pagi hari para legioner menikmati alam yang indah karya keangungan Tuhan di Telaga Saragan serta menerima sesi terakhir, bus Kalisari kembali  membawa para legioner pulang. Satu harapan, kita diutus untuk menjadi seorang Leginer yang berhati baru: meneladan totalitas Bunda Maria sebagai ratu, ibu dan sang Bunda Harapan dan pemimpin kita.

Ave Maria, Maria Ave 

Senin, 11 Agustus 2025

ZIARAH PORTA SANCTA


Tahun Yubileum yang diperingati setiap 25 tahun sekali menggerakkan Legio Maria Presidium Maria Bunda Penebus Paroki Santa Perawan Maria Gresik untuk melakukan ziarah Porta Sancta.

Dengan didampingi Pemimpin Rohani, Rm. Silas Wayan Eka Suyasa, SVD, Legio Maria Presidium Maria Bunda Penebus pada hari Minggu 10 Agustus 2025 melakukan ziarah Porta Sancta ke  Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya dan Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya. 
Ziarah ini bukan hanya merupakan ziarah fisik berupa perjalanan dari Gresik ke tempat ziarah di Surabaya namun juga simbol ziarah rohani: suatu perjalanan iman. 
Ziarah dimulai dengan berdoa lalu memasuki Porta Sancta (Porta Sancta merupakan bahasa Latin: porta = pintu dan Sancta = suci).

Dengan melewati Porta Sancta, kita dapat memperoleh indulgensi penuh asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu seperti berdoa, menerima sakramen tobat dan Ekaristi. 
Porta Sancta adalah lambang Kristus sebagai pintu keselamatan sebagaimana dikatakanNya: "Akulah pintu, barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat." (Yohanes 10:9). Sehingga memasuki Porta Sancta menjadi perayaan iman bahwa apa yang kita lakukan dengan menjadi pengikut Kristus adalah pilihan yang tepat untuk memperoleh keselamatan.

Di tempat ziarah Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria, kami bertemu dengan puluhan peziarah lain dari kota Malang. Dalam suasana kebersamaan, kami berziarah bersama. Bertemu dengan mereka seakan menyadarkan kami bahwa kami punya banyak saudara seiman, sama-sama peziarah dalam hidup ini yang perlu saling mendoakan satu sama lain dan saling menjadi berkat bagi orang lain seperti yang dipesankan Rm. Sabas, CM ketika menyambut kami.

Kiranya Bunda Maria yang senantiasa mendampingi PuteraNya juga senantiasa mendampingi kita dalam peziarahan hidup ini.



Sabtu, 05 Juli 2025

Apa Yang Pokok Dalam Hidup Ini

Apa yang pokok dalam kehidupan ini? 
Hari baru saja hujan. Tanah masih basah. 
Aku berhenti sejenak di alun alun Mojoagung. Ingin menikmati semangkok mie ayam sambil menghisap rokok Djarum Blackkicau. 
Aku baru saja pulang untuk ikut memakamkan Bek Rub yang meninggal. 
Muncul kemudian permenungan apa yang pokok dalam hidup ini?
Yang pokok dalam hidup ini adalah
1. Membahagiakan ibu, itu satu- satunya orangtua yang masih kupunya
2. Rukun dengan saudara. Kita ini adalah sama-sama peziarah hidup. Suatu saat kita akan meninggalkan dunia ini. Apa yang kamu banggakan jikalau kamu bertengkar. Lebih baik kita hidup sebagai saudara yang saling meneguhkan. 

Selasa, 13 Mei 2025

ACIES 2025, Sebuah Refleksi

 


   ACIES 2025 baru saja usai. Namun kemeriahan acara ACIES masih saja membekas. Menyanyi, berjoget bersama, makan bersama, bercengkerama mewarnai acara ramah tamah dan menyatukan para legioner dari semua presidium, dewan Kuria dan Komisium yang hadir. Semua tergabung dalam balatentara Maria yang baru saja mengucapkan janji kesetiaan kepada Bunda Maria.

"Aku adalah milikmu, ya Ratu dan Bundaku dan segala milikmu adalah kepunyaanmu."

    Janji ini merupakan janji penyerahan diri kepada Bunda Maria dan pernyataan bahwa segala yang ada dalam diri Legioner baik kemampuan, tenaga maupun pikiran diserahkan kepada Bunda Maria untuk suatu karya kerasulan yang ditugaskan Maria, pemimpinnya.

    Warna warni seragam dari presidium-presidium yang hadir serupa warna-warni setangkai bunga mawar yang mengharumkan. Presidium-presidium adalah pijar-pijar cahaya yang menerangi sesama berkat karya kerasulannya. Mengunjungi orang-orang sakit untuk memberi peneguhan dan harapan, mendampingi mereka yang menderita dan memerlukan bantuan, mendoakan orang lain yang membutuhkan doa-doa ataupun perbuatan-perbuatan cinta kasih lainnya adalah terang bagi sesama 

    Bahu-membahu dari semua Legioner baik panitia maupun anggota dengan caranya masing-masing bagai ikatan yang mampu menghantar perayaan ACIES berjalan dengan baik 

    Dan akhirnya melihat kebersamaan dan persaudaraan semua presidium dalam ACIES ini menggemalah doa dan harapan yang membumbung di hadapan Tuhan : "semoga Legio kami setelah  perjuangan hidup ini tanpa kehilangan seorangpun, kelak berkumpul kembali dalam kerajaan dan keluhuranMu." Amin


Rabu, 08 Januari 2025

TAK APA

Serupa angin yang berhembus segar. 
Meski hanya sebentar, tak apa. 
Padamu kuucap terimakasih 🙏
Thanks telah mampir sejenak 🙏
Semoga tercapai segala angan dan harapanmu.

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...