Selasa, 13 Mei 2025

ACIES 2025, Sebuah Refleksi

 


   ACIES 2025 baru saja usai. Namun kemeriahan acara ACIES masih saja membekas. Menyanyi, berjoget bersama, makan bersama, bercengkerama mewarnai acara ramah tamah dan menyatukan para legioner dari semua presidium, dewan Kuria dan Komisium yang hadir. Semua tergabung dalam balatentara Maria yang baru saja mengucapkan janji kesetiaan kepada Bunda Maria.

"Aku adalah milikmu, ya Ratu dan Bundaku dan segala milikmu adalah kepunyaanmu."

    Janji ini merupakan janji penyerahan diri kepada Bunda Maria dan pernyataan bahwa segala yang ada dalam diri Legioner baik kemampuan, tenaga maupun pikiran diserahkan kepada Bunda Maria untuk suatu karya kerasulan yang ditugaskan Maria, pemimpinnya.

    Warna warni seragam dari presidium-presidium yang hadir serupa warna-warni setangkai bunga mawar yang mengharumkan. Presidium-presidium adalah pijar-pijar cahaya yang menerangi sesama berkat karya kerasulannya. Mengunjungi orang-orang sakit untuk memberi peneguhan dan harapan, mendampingi mereka yang menderita dan memerlukan bantuan, mendoakan orang lain yang membutuhkan doa-doa ataupun perbuatan-perbuatan cinta kasih lainnya adalah terang bagi sesama 

    Bahu-membahu dari semua Legioner baik panitia maupun anggota dengan caranya masing-masing bagai ikatan yang mampu menghantar perayaan ACIES berjalan dengan baik 

    Dan akhirnya melihat kebersamaan dan persaudaraan semua presidium dalam ACIES ini menggemalah doa dan harapan yang membumbung di hadapan Tuhan : "semoga Legio kami setelah  perjuangan hidup ini tanpa kehilangan seorangpun, kelak berkumpul kembali dalam kerajaan dan keluhuranMu." Amin


SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...