Kamis, 28 Februari 2019

Hadiah Ulang Tahunku ke 46 tahun



     Ahh, tak terasa usiaku besok 2 Maret 2019 (sekarang 1 Maret 2019) sudah menginjak 46 tahun. tak terasa usiaku sudah sedemikian banyak. Sekarang bila aku merenung, apa yang sudah aku punyai di usiaku yang ke 46 tahun ini ? Aku tidak punya apa-apa. Aku punya sepeda motor Honda GL Max, tapi BPKBnya kugadaikan, aku punya Laptop tapi juga kugadaikan, aku punya Kamera SLR Nikon D3400 tapi rasanya akan aku gadaikan juga. Sekarang aku masih punya hutang di kantor sekitar 27 jt. Hutang di koperasi sekitar 8 juta, hutang di kas Segar 9091 sekitar 7 juta dan hutang-hutang lain seperti di bank online yang menjerat.
     Kalau mengingat semua ini rasanya sedih, di usiaku yang ke 46 tahun ini aku masih banyak dipenuhi oleh hutang dan barang-barangku yang sejatinya merupakan barang kepenuhan diriku, tergadaikan. Nanti sore aku berangkat ke Sarangan dan Solo sepulang kerja bersama 9 staff kantor yang lain, aku hanya bawa uang 700 rb dan setelah pulang hari Minggu, 3 Maret 2019 aku pasti akan dikejar oleh hutang-hutangku yang menanti.
     Besok aku ulang tahun. Aku hanya menginginkan ini pada Tuhan. Biarlah aku menjadi diriku sendiri. Biarlah aku menghadapi hidup dengan diriku sendiri. Menghadapi aneka kesusahan dan kesulitan dengan diriku sendiri, menghadapi kenyamanan dan kebahagiaan dengan diriku sendiri. Biarlah aku tegak menghadapi apapun itu dengan diriku sendiri, menghadapi kerasnya dunia dengan diriku sendiri dan biarlah aku mati dengan menjadi diri sendiriku karena diriku sendiri adalah rumah jiwaku. Amin

Janji Tuhan Akan Kemakmuran



      Tuhan menjanjikan anak-anakNya hidup sejahtera. Tapi ada banyak anak-anaknya belum sejahtera, termasuk diriku ? he...Kalau begitu apakah Tuhan berbohong ? Tidak. Tuhan selalu menepati janjinya. Lha kalau kenyataan kita masih belum sejahtera ? ada banyak hal penyebabnya, salah satunya saja adalah kurang menggali mina yang diberikan Tuhan untuk bertahan/menghadapi hidup
     Ketika Tuhan ingin memberi makan kepada 5000 orang, Dia bertanya kepada para murid. Apa yang ada padamu ? Murd-murid menjawab : "yang ada pada kami hanya 5 roti dan 2 ekor ikan."
Yesus mengambil apa yang ada, mempersembahkannya kepada Tuhan, memberkati dan ketika dibagi-bagi cukuplah untuk mengeyangkan 5000 orang yang mengikuti Dia, bahkan masih sisa 12 bakul.
      Lihat, Yesus hanya meminta apa yang ada, apa yang ada padamu. Sekarang kita/kamu, apa mina, bakat, kemampuan yang telah disematkan Tuhan padamu sejak kamu lahir yang belum kamu gali ? mina yang bila digali akan membuat hidupmu sejahtera
     Minaku adalah :
1. Tertarik/ punya kemampuan pada dunia handycraft : salah satunya aku bisa membuat rosario yang bisa kupasarkan ke toko-toko rohani, kelompok-kelompok rohani, media-media sosial, dll
2. Menyukai buku/dunia tulis -menulis : aku bisa menjadi seorang penulis artikel, penulis buku, menjadi kolumnis di sejumlah media massa
3. Menyukai dunia fotografer. Dari sini aku bisa menjual foto di situs-situs penerima foto, menjadi fotografer freelance, fotografer wedding, dll
     Dari ketiga hal ini saja aku yakin akan bisa hidup sejahtera bila aku menekuni ketertarikan/kemampuanku dan memasarkannya dengan tekun.


Selasa, 26 Februari 2019

Doa Mohon Pertolongan Kepada Bunda Maria



Doakanlah doa ini setiap hari. Kita akan memperoleh manfaatnya, dalam situasi apapun.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

BUNDA MARIA, ...ambil-alihlah masalah-masalah yang tidak dapat kuatasi.
Tolonglah aku menghadapi hal-hal yang berada di luar kemampuanku
Karena engkau mempunyai kuasa untuk menolongku
Tiada seorang pun yang pernah kecewa akan pertolonganmu.
Bunda, ambil-alihlah sekarang ini juga
Saat aku tidak mampu melihat apapun
Saat tak terlihat setitik cahayapun di ujung terowongan gelap yang kulewati saat ini juga.
Saat aku merasa bimbang dan takut
Saat aku harus mengambil keputusan sulit
Ketika semuanya nampak memusuhiku.

*Salam Maria, penuh rahmat Tuhan sertamu, terpujilah engkau diantara wanita dan terpujilah buah tubuhmu Yesus
Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdoa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin (3x)

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Amin

Kumakan Coklatmu Di Sini


     Senja tlah tiba ketika aku memutuskan untuk berhenti sejenak di pinggir sungai Kalimas jalan Ketabang. Kulihat dua coklatmu silver queen yang telah terbungkus rapi dengan kertas kado di dalam tasku. Kuraih dua coklat itu dan kunikmati. Hmmm enak rasanya. Manis gurih, renyah. Rasa yang bertolak belakang dengan rasa yang ada di dalam hatinya. Hatinya pedih merasakan penolakan pemberian dua coklat itu yang sebenarnya sudah diinginkan gadis itu. Tapi entah kenapa gadis itu membatalkannya walau secara halus padahal aku sudah menyiapkannya siang hari tadi. Tapi tak apa karena rasa adalah hak seseorang.
      Aku mencoba menyatu dengan alam. Kurasakan hawa segar dari angin yang menyentuh kulitku. Kunikmati lampu warna-warni yang menghiasi sungai ini. Kunikmati senja yang berubah warna. Aku merasakan ada aliran kedamaian merasuki kalbuku. Seakan mereka mengerti kesedihanku dan mencoba menghiburku. 
Alam dan senja, terimakasih atas kelembutanmu.

Surabaya, 26 Februari 2019, 18.15 Wib

Selasa, 19 Februari 2019

2019 Is A Dream Year


      Tahun 2019 telah menapaki bulan kedua, Walaupun terlambat, aku mau membuat komitmen bahwa tahun 2019 akan aku jadikan tahun impian. Tahun dimana aku akan fokus untuk menggapai atau mewujudkan impian-impianku. Selama ini impian-impianku masih jauh dari langkahku. Banyak impianku yang belum tercapai padahal impian itu merupakan kerinduanku yang terus bergemuruh di dalam hatiku. 
      Tahun 2019 ini aku mau fokus pada impian. Sama seperti orang yang mau menuju pasar, tetapi ketika di tengah jalan ada pertunjukan, akhirnya dia menghentikan langkahnya dan dia menonton sebentar pertunjukan itu maka seperti itulah kalau kita tidak fokus pada impian. Impian akan menjadi lama tercapainya bahkan terlupakan.
      Sekarang aku mau menggapai impian-impianku. Harapanku dengan mewujudkan impian-impianku itu aku menjadi orang yang sukses, hidupnya sejahtera dan dengan demikian aku bisa mewujudkan cinta pada orang lain. 
Semoga berkat Tuhan menyertai aku. Amin
Inilah impian-impianku :
- Aku ingin mempunyai gallery seni yang di dalamnya ada toko buku dan cafe
- Aku ingin mengendarai mobil Taft
- Aku ingin mempunyai rumah sendiri, tempat dimana kedua orangtuaku bisa beristirahat dengan tenang sambil menyaksikan bagaimana anak-anaknya tanpa terkecuali telah menemukan jalan hidupnya masing-masing yang menenteramkan dan bagaimana cucu-cucu mereka menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi mereka
- Aku ingin menjadi seorang fotografer
- Aku ingin menjadi seorang penulis
- Aku ingin mempunyai gazebo, tempat aku untuk menulis
- Aku ingin menjadi fotografer wedding
- Aku ingin namaku tercantum di majalah-majalah rohani Katolik sebagai seorang penulis
- Aku ingin di dinding-dinding rumahku sendiri nanti kupajang potret-potret karyaku
- Aku ingin di rumahku sendiri nanti aku punya perpustakan pribadi dan dimasa tuaku aku menghabiskan waktuku untuk menjadi seorang fotografer dan penulis
- Aku ingin mempunyai toko buku seperti di Kampung Ilmu
- Aku ingin berjualan barang-barang seni seperti penjual barang seni di Taman Bangkul / penjual barang-barang seni di Jl Indragiri






Senin, 18 Februari 2019

Menyayangi



Rendra duduk termenung di bangku balkon lantai dua. Pikirannya tertuju kepada Kumalasari. Gadis yang ditemuinya 4 bulan yang lalu itu begitu merenggut hati dan pikirannya.  Keadaan gadis itu namun juga  keramahtamahannya membuat Rendra ingin menyayangi gadis itu.
Rendra memberanikan diri mengirim pesan via WhatsApp :
“Kumalasari, bolehkah aku menyayangimu ?”
Gadis itu membalas : “ Maksudnya ?”
“Maksudnya, aku hanya ingin menyayangimu.”
“Ngunuuuu “, ah itu bahasa yang seringkali ia gunakan dalam menanggapi sebuah pesan
Lalu dia menambahkan :  “Gpp”
Hati Rendra lega, lalu ia membalas : “Thanks ya “

      Hari berlalu, dengan secangkir kopi di meja untuk dinikmati, Rendra mengirim pesan via WhatsApp lagi :
“Apa yang bisa kulakukan buatmu ?”
Kumalasari membalas : I don’t know mas”
Rendra melanjutkan :” Apa yang membuatmu sedih selama ini ? persoalan, dll ? Aku hanya berharap kamu bisa menjalani hari-harimu dengan happy.”
“Maksudnya ? “ sepertinya Kumalasari kurang pahan dengan ungkapan Rendra, namun sejenak kemudian dia mengirim sebuah video berisi seseorang yang melihat uang di dompet istrinya tinggal sedikit lalu dia mengambil uang dari dalam dompetnya dan memasukkannya ke dompet istrinya tersebut
Melihat video itu Rendra paham apa yang dikehendaki Kumalasari.
Lalu Rendra membalas : “Kamu butuh uang ya untuk mencukupi semua kebutuhanmu karena setiap orang pasti butuh uang?  Dan itu juga tanda aku meyayangimu.”
Dia membalas dengan mengirimkan pesan berupa tanda jempol tangan
Lalu Rendra menulis lagi : “Ok, Aku akan cari uang dulu agar bisa bantu kamu.”
Kumalasari membalas lagi dengan tanda jempot tangan

Rendra mengambil kopinya. menyeruput dan menikmatinya. Ia bangkit dari tempat duduknya dengan niat di dada  “aku sekarang harus bekerja lebih keras agar benar-benar bisa membantu gadis itu.”

Hari terus berlalu. Rasa rindu dan sayang di hatinya terus bergemuruh, seperti pada pagi hari ini juga, Karena tak tahan, Rendra mengambil handphonenya dan mengirim pesan via WhatsApp kepada wanita itu : "merindumu"
Wanita itu pun membalas : "Ngunuuuuu"
Lalu Rendra menulis lagi ungkapan dari apa yang tadi telah diputuskannya di hadapan Tuhan di dalam gereja. Ia menulis : "Aku serahkan saja rasa rindu dan sayangku kepadamu ini pada Tuhan, biar Tuhan yang atur semuanya. Meletakkannya pada posisi yang tepat sesuai kehendakNya. Segala sesuatu yang Tuhan atur pasti akan baik jadinya."
Lalu Kumalasari membalas : "Amen"
Rendra pun membalas : "Amen, Thanks"











SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...