Senin, 18 Februari 2019

Menyayangi



Rendra duduk termenung di bangku balkon lantai dua. Pikirannya tertuju kepada Kumalasari. Gadis yang ditemuinya 4 bulan yang lalu itu begitu merenggut hati dan pikirannya.  Keadaan gadis itu namun juga  keramahtamahannya membuat Rendra ingin menyayangi gadis itu.
Rendra memberanikan diri mengirim pesan via WhatsApp :
“Kumalasari, bolehkah aku menyayangimu ?”
Gadis itu membalas : “ Maksudnya ?”
“Maksudnya, aku hanya ingin menyayangimu.”
“Ngunuuuu “, ah itu bahasa yang seringkali ia gunakan dalam menanggapi sebuah pesan
Lalu dia menambahkan :  “Gpp”
Hati Rendra lega, lalu ia membalas : “Thanks ya “

      Hari berlalu, dengan secangkir kopi di meja untuk dinikmati, Rendra mengirim pesan via WhatsApp lagi :
“Apa yang bisa kulakukan buatmu ?”
Kumalasari membalas : I don’t know mas”
Rendra melanjutkan :” Apa yang membuatmu sedih selama ini ? persoalan, dll ? Aku hanya berharap kamu bisa menjalani hari-harimu dengan happy.”
“Maksudnya ? “ sepertinya Kumalasari kurang pahan dengan ungkapan Rendra, namun sejenak kemudian dia mengirim sebuah video berisi seseorang yang melihat uang di dompet istrinya tinggal sedikit lalu dia mengambil uang dari dalam dompetnya dan memasukkannya ke dompet istrinya tersebut
Melihat video itu Rendra paham apa yang dikehendaki Kumalasari.
Lalu Rendra membalas : “Kamu butuh uang ya untuk mencukupi semua kebutuhanmu karena setiap orang pasti butuh uang?  Dan itu juga tanda aku meyayangimu.”
Dia membalas dengan mengirimkan pesan berupa tanda jempol tangan
Lalu Rendra menulis lagi : “Ok, Aku akan cari uang dulu agar bisa bantu kamu.”
Kumalasari membalas lagi dengan tanda jempot tangan

Rendra mengambil kopinya. menyeruput dan menikmatinya. Ia bangkit dari tempat duduknya dengan niat di dada  “aku sekarang harus bekerja lebih keras agar benar-benar bisa membantu gadis itu.”

Hari terus berlalu. Rasa rindu dan sayang di hatinya terus bergemuruh, seperti pada pagi hari ini juga, Karena tak tahan, Rendra mengambil handphonenya dan mengirim pesan via WhatsApp kepada wanita itu : "merindumu"
Wanita itu pun membalas : "Ngunuuuuu"
Lalu Rendra menulis lagi ungkapan dari apa yang tadi telah diputuskannya di hadapan Tuhan di dalam gereja. Ia menulis : "Aku serahkan saja rasa rindu dan sayangku kepadamu ini pada Tuhan, biar Tuhan yang atur semuanya. Meletakkannya pada posisi yang tepat sesuai kehendakNya. Segala sesuatu yang Tuhan atur pasti akan baik jadinya."
Lalu Kumalasari membalas : "Amen"
Rendra pun membalas : "Amen, Thanks"











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...