Senja tlah tiba ketika aku memutuskan untuk berhenti sejenak di pinggir sungai Kalimas jalan Ketabang. Kulihat dua coklatmu silver queen yang telah terbungkus rapi dengan kertas kado di dalam tasku. Kuraih dua coklat itu dan kunikmati. Hmmm enak rasanya. Manis gurih, renyah. Rasa yang bertolak belakang dengan rasa yang ada di dalam hatinya. Hatinya pedih merasakan penolakan pemberian dua coklat itu yang sebenarnya sudah diinginkan gadis itu. Tapi entah kenapa gadis itu membatalkannya walau secara halus padahal aku sudah menyiapkannya siang hari tadi. Tapi tak apa karena rasa adalah hak seseorang.
Aku mencoba menyatu dengan alam. Kurasakan hawa segar dari angin yang menyentuh kulitku. Kunikmati lampu warna-warni yang menghiasi sungai ini. Kunikmati senja yang berubah warna. Aku merasakan ada aliran kedamaian merasuki kalbuku. Seakan mereka mengerti kesedihanku dan mencoba menghiburku.
Alam dan senja, terimakasih atas kelembutanmu.
Surabaya, 26 Februari 2019, 18.15 Wib

Tidak ada komentar:
Posting Komentar