Minggu, 31 Maret 2019

THE JOURNEY




1. "Hidup ini adalah perjalananku sendiri dan akan kutuangkan ini dalam Sepenggal Kisah."

2. Tuhan, perkenankanlah aku untuk tidak mengambil uang jatah beli mobil warna hitam dan rumah, sesulit apapun keadaanku. Ijinkan aku untuk menganggapnya sebagai uang hilang dan tak bercerita kepada siapapun. Aku hanya ingin suatu saat hasil tabungan itu kutunjukkan kepada ibuku untuk kebahagiaannya karena doanya selama bertahun-tahun untuk keberhasilanku, anaknya telah menjadi kenyataan. Amin. (Rabu, 3 Agustus 2022)

3. Ibuku sejak dahulu berdoa bagiku dengan cucuran air mata agar aku berhasil dalam hidup, Tuhan, semoga aku bisa mewujudkan keinginan ibu. Amin. (Rabu, 3 Agustus 2022)

4. Tuhan, untuk orang-orang yang sudah Kau panggil: Pakdhe Tum, Bek Ni, Mbah Nem, Mbah Nah, ayahku sendiri. Orang-orang yang tak sempat aku banyak bercengkerama dengan mereka bahagiakanlah mereka dan oleh belaskasihanMu ijinkan kami untuk bertemu kembali, kelak. (Rabu, 3 Agustus 2022)

5. Tuhan, kelak akupun juga Kau panggil. Ijinkan aku Tuhan, di sisa hidupku ini, hidupku berguna bagi anak-anakku, adik-adikku, orang-orang yang baik kepadaku dan semoga aku masih bisa membahagiakan orangtuaku. (Rabu, 3 Agustus 2022)

6. Bukan pekerjaan yang utama. Pekerjaan bisa kita tinggal. Kita bisa keluar sebagai karyawan suatu Perusahaan. Yang utama adalah hidup ini. Bagaimana kita menjalani hidup dan berjuang (Senin, 8 Agustus 2022)

7. Tuhan, ijinkan aku untuk mempunyai uang cukup agar bisa membahagiakan orang yang mencintaiku karena dia sudah banyak memperhatikan aku, mengkhawatirkan aku dan menolongku saat aku mengalami kesulitan ekonomi. (Rabu, 14 September 2022)

8. Tuhan, buat aku untuk tidak pernah melukai orang yang mencintaiku karena aku ingin dia bisa merasakan suatu kebahagian, kebahagiaan yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya dari suatu hubungan kekasih. (Rabu, 14 September 2022)

9. Jagalah lidahku ya Tuhan agar tidak keluar dari mulutku kata yang kejam menusuk rasa, perkataan yang menusuk hati(Rabu, 14 September 2022)

10. Apakah ada artinya Tuhan atas Dian, Melan dan Dani dalam kerangka perjalanan hidupku ? (Kamis, 15 September 2022)

11. Tuhan, aku hanya ingin menyayangi orang, begitu saja. Dan jalan hidupku kupasrahkan padaMu (Kamis, 15 September 2022)

12. Tuhan , kuserahkan jalan hidupku kepadaMu. Amin. (Selasa, 19 September 2022)

13. Aku adalah orang yang hanyut dan terjerumus dalam pusaran (Senin, 19 September 2022)

14. Tuhan, bila aku menghargai ia yang akan selalu menjaga apa yang telah kutanam, berpedoman pada itu aku akan mengarungi jalan gelap, apakah aku akan menemukan pintu menembus jalan terang? (Kamis, 29 September 2022)

15. Tuhan, akankah keinginan yang dahulu pernah muncul: ingin ke Sawiran bersama-sama anak-anak dan istriku, ingin membhaktikan di sisa hidupku pikiran dan waktuku untuk Gereja akan menjadi bagai embun pagi yang hilang menguap karena panas sinar matahari?  Akankah pula orang-orang baik yang hadir di masa laluku (Caecilia Sandra, Sr. Victorine, PK, teman-teman di Sawiran, teman-teman KKMK dan lain-lain) akan menjadi cerita usang, menjadi foto kenangan yang lusuh tertempel debu? (Kamis, 29 September 2022)

16. Kemana aku harus melangkah, Tuhan? ( Kamis, 29 September 2022)

17. Membayangkan hal itu apa yang sudah kubuka dan kutata bagai tertutup tanah. Akan kutrima itu bila itu menjadi bagian dari cerita hidupku (Kamis, 29 September 2022)

18. Tuhan, apakah ini adalah jawaban atas doaku ? Hari Selasa, 25 Oktober 2022 aku mendengar berita tentang keguguran? Sebuah status terpampang gambar seorang ibu yang sedang mengandung disertai tulisan "gagal" dan emoji menangis? (Selasa, 25 Oktober 2022)

19. Tuhan, apa yang harus kuragukan lagi tentang dirimu? dan Bunda, apa yang harus kuragukan lagi tentang pertolonganmu ? Engkau mengabulkan sebuah harapan. (Selasa, 25 Oktober 2022)

20. Seperti menghirup udara segar atas hal ini (Selasa, 25 Oktober 2022)

21. Kehidupan datang silih berganti, dalam lorong gelapku raih tanganku Tuhan agar aku tetap berada berjalan dalam jalanMu (Senin, 14 Nopember 2022)




    Kita ini seperti roda mandeg, Nak, yang belum bisa bergerak. Kamu ingin sekali keluar dari rumah engkong karena perkataan engkong yang merendahkanmu, mami yang gampang marah ataupun kuboy yang suka mengatur dan memarahimu. Kamu ingin keluar dari suatu tempat yang membelenggumu. Tapi di satu sisi ada Corine adikmu yang butuh dirimu sebagai teman dan pelindungnya. Papi juga belum punya uang cukup untuk menampungmu atau menyekolahkanmu di Kediri karena papi masih terbelit hutang. Suatu saat Nak, yakinlah papi akan bisa mengeluarkanmu dari tempat yang membullymu dan membuat dirimu tak berkembang (Rabu, 16 November 2022)

    Tuhan, bagaimana peta hidupku? Akankah aku akan bersama lagi dengan istriku dan anak-anak? bahkan tak ada orang kedua dalam keluarga? Ataukah kehidupan keluargaku semakin parah karena istri yang tetap teguh dengan pendiriannya, merasa benar dan tak mau mengoreksi diri, menolak saudariku untuk datang? Bukankah keluarga yang baik adalah keluarga yang rukun dan baik dengan saudara-saudara? Itu yang kubayangkan dari suatu pernikahan. Kujalani saja roda kehidupan ini hari demi hari (Rabu, 23 Nopember 2022)

    Hari ini istriku meminta aku untuk memberikan kunci duplikat rumah Cerme ke kokonya dan beberapa hari lalu  Chaterine di ultimatum bila pergi ke rumah Mbah di Pare maka tidak boleh kembali lagi ke rumah Jalan Kecapi Surabaya dan Chaterinie nekad ke rumah Mbah di Pare. Pikiranku mencatat aku sudah tidak boleh datang ke rumah Cerme dan Chaterine sudah tidak boleh datang ke rumah Kecapi. Dan kita akan hidup sendiri-sendiri (Surabaya, 25 Nopember 2022)

    Tuhan, mengenai anakku Chaterine apakah akan tetap bersekolah di SMPK St. Agnes Surabaya dan ikut istri atau tetap bersekolah di SMPK St. Agnes Surabaya dan ikut aku atau melanjutkan sekolah di SMPN1 Puncu dan tinggal di rumah ibuku, aku serahkan padamu. (Jumat, 25 Nopember 2022)

 















Rabu, 20 Maret 2019

Doa Mohon Perlindungan Bunda Maria




Di bawah perlindunganmu kami bernaung ya Santa Bunda Allah, janganlah menolak permintaan kami dalam segala kesusahan dan kesulitan kami. Tetapi luputkanlah dari segala mata bahaya.
Ya Perawan yang mulia dan terberkati, Bunda kami, pengantara kami, perdamaikan kami dengan anakMu. Tunjukkan kepada kami anakMu dan serahkanlah permohonan kami kepada anakmu.
Ingatlah ya Maria perawan yang baik akan kesulitan kami.  Belum pernah didengar seseorang yang datang berlindung padaMu, meminta bantuanmu kau tinggalkan.
Ya Bunda Allah, janganlah menolak permintaan kami tetapi dengarkanlah segala doa dan permohonan kami ini. Amin
Salam Maria...


Senin, 18 Maret 2019

Kerelaan




Suwardhana berjalan, ada tempat duduk di pojok cafe itu. Ia duduk, pikirannya menerawang, hatinya tertuju pada Setyani.
Ada rasa di dalam hati yang ingin ia ungkapkan.
Ia mengambil HP dan mulai menulis pesan kepadanya :
"Aku cemburu dengan tamu tamu lain"
Setyani membalas : "Owh..Kenapa ?"
"Aku itu sayang kamu dan ingin slalu menyayangimu, pasti gak rela dan cemburu khan kalau kamu dekat dengan tamu-tamu lain."
Dia membalas : "Biasa saja kok"
"Apalagi kalau mereka pas pijat minta yang lebih dari kamu. Dan kamu pun perlakukan dengan mesra. Wah gak rela rasanya. Hati terasa panas"
Dia membalas :"Biasa saja"
"Di satu sisi aku senang/mendoakanmu dapat tamu, tapi di sisi lain aku harus menahan rasa cemburu. Butuh kerelaan dan kepasrahan yang besar."
Setyani lama membalas. Suwardha merasa Setyani merasa bingung bagaimana ia harus bersikap. Lalu Suwardhana menulis lagi untuk menenangkan hatinya.
"Tapi tenang Setyani cantik, sebelum kamu kenal aku, kamu juga perlakukan tamumu seperti sekarang ini. Tetap perlakukan tamumu sesuai hatimu. Jangan terganggu dengan ucapanku. Toh aku hanya salah satu dari tamu-tamumu. Walau aku ada rasa ingin meyayangimu, tapi aku hanyalah salah satu dari tamu-tamumu. Perlakukan tamumu sesuai dengan hatimu seperti biasanya kamu menerima mereka.
Semoga kebaikan selalu menyertaimu.
Setyani membalas : Amen

Sabtu, 09 Maret 2019

Madah Masa Prapaskah

Hari Minggu
Kami menghadap padaMu
Allah yang baik selalu
Hati kami hancur luluh
Kami menangis mengasuh

Kami sungguh menyadari
Kedosaan diri kami
Namun kami tetap ingat
Akan Dikau sumber Rahmat

Ampunilah dosa kami
Yang sudah kami sesali
Semoga berkat restuMu
Kami bertobat selalu

Kami mohon pada Tuhan
Semoga masa persiapan
Yang kami langsungkan ini
Kaulimpahi rahmat suci. Amin




Diriku Sesungguhnya


Aku ingin menjadi diriku yang sesungguhnya
Memakai jaket,minum opi, rambut agak gondrong, merokok Djarum Black, kemana-mana membawa kamera fotografer dan laptop untuk memotret dan menulis, mempunyai usaha sendiri, mengendarai mobil Taft, mempunyai rumah sendiri, mempunyai uang yang cukup di bank, mengendarai sepeda motor GL Max menikmati indahnya kota, mengunjung tempat-tempat yang dahulu kukenang dan bersua dengan orang-orang yang dekat di hati.

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...