Senin, 18 Maret 2019

Kerelaan




Suwardhana berjalan, ada tempat duduk di pojok cafe itu. Ia duduk, pikirannya menerawang, hatinya tertuju pada Setyani.
Ada rasa di dalam hati yang ingin ia ungkapkan.
Ia mengambil HP dan mulai menulis pesan kepadanya :
"Aku cemburu dengan tamu tamu lain"
Setyani membalas : "Owh..Kenapa ?"
"Aku itu sayang kamu dan ingin slalu menyayangimu, pasti gak rela dan cemburu khan kalau kamu dekat dengan tamu-tamu lain."
Dia membalas : "Biasa saja kok"
"Apalagi kalau mereka pas pijat minta yang lebih dari kamu. Dan kamu pun perlakukan dengan mesra. Wah gak rela rasanya. Hati terasa panas"
Dia membalas :"Biasa saja"
"Di satu sisi aku senang/mendoakanmu dapat tamu, tapi di sisi lain aku harus menahan rasa cemburu. Butuh kerelaan dan kepasrahan yang besar."
Setyani lama membalas. Suwardha merasa Setyani merasa bingung bagaimana ia harus bersikap. Lalu Suwardhana menulis lagi untuk menenangkan hatinya.
"Tapi tenang Setyani cantik, sebelum kamu kenal aku, kamu juga perlakukan tamumu seperti sekarang ini. Tetap perlakukan tamumu sesuai hatimu. Jangan terganggu dengan ucapanku. Toh aku hanya salah satu dari tamu-tamumu. Walau aku ada rasa ingin meyayangimu, tapi aku hanyalah salah satu dari tamu-tamumu. Perlakukan tamumu sesuai dengan hatimu seperti biasanya kamu menerima mereka.
Semoga kebaikan selalu menyertaimu.
Setyani membalas : Amen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...