Minggu, 28 April 2019

Cara Keluar Dari Jerat Hutang

Aku sekarang terbelit pada masalah keuangan. Di mulai dari  kekurangan uang lalu meminjam uang pada bank pemberi pinjaman secara online membuat aku malahan terbelit pada hutang yang semakim banyak. Mereka membelit diriku bagai ular berbisa. Bunga yang tinggi dan denda keterlambatan pengembalian uang yang tinggi membuat aku semakin terhimpit.
Impian-impianku dan kerinduan-kerinduanku akan sebuah usaha terasa semakin menjauhi diriku karena aku masih terjebak dalam hutang yang semakin banyak dan barang-barang yang aku pakai sebagai pijakan usahaku seperti laptop, kamera DSLR, Hp bahkan BPKB sepeda motor GL Maxku tergadaikan. Aku  belum pernah sebelumnya mengalami kesulitan ekonomi yang sedemikian hebat ini.

Biarlah, kini saatnya diriku membuktikan diri apakah aku mampu keluar dari himpitan kesulitan ekonomi yang sedemikian parah ini. Tuhan, melalui seorang imam yang tadi berkotbah dalam perayaan ekaristi suci yang aku hadiri memberi tahu aku bahwa aku harus menjadi manusia tangguh di tengah segala kesulitan. Manusia yang menggerahkan seluruh kemampuan dirinya untuk bisa keluar dari jerat masalah. Dan yang menggembirakan adalah bahwa Tuhan telah memberi daya ilahi kepada setiap orang. Bahwa segala sesuatu yang tak mungkin akan bisa mungkin karena daya ilahiNya itu. Dan satu hal lagi yang Tuhan minta adalah kepekaan. Kepekaan akan kehadiranNya yang membimbing kita untuk bisa keluar dari himpitan masalah.

Kini Tuhan, dengan memegang tangan Tuhan dan peka , akupada bimbingan Tuhan, aku mulai berjuang

Berikut bimbingan Tuhan yang aku rasakan untuk bisa keluar dari jerat hutang ini :
1. Fokus menjadi diri sendiri dengan segala mimpi-mimpi diri
2. Memakai jaket, minum kopi, dan bisa merokok Djarum Black, ini sudah cukup, tidak perlu membeli yang lain
3. Aku sudah punya sepeda motor GL Max, Hp yang bagus itu, Laptop dan Kamera Fotografer. Now i'm ready to build
4.  Mengikuti lomba lomba kepenulisan
5. Mengirim artikel ke berbagai media massa
6. Bergabung dalam komunitas penulis, mungkin ada  di event/job di sana
7. Membuat buku
8. Mengirim foto ke berbagai situs penerima foto
9. Mengikuti lomba-lomba foto
10.
11. Bergabung dalam komunitas fotografer mungkin akan menerima job di sana
12. Menjual barang barang dunia fotografer : tongsis, kamera, dll
13. Menjual barang-barang seni seperti penjual barang seni di Taman Bungkul/pedagang di Jl Indragiri Surabaya: tas selempang, sabuk, tempat rokok, lampu hias, dll
14. Membuat dan menjual rosario ke media sosial, menitipkan ke toko-toko rohani dan toko-toko umum atau dengan memasang iklan
15.
16. Menjual buku secara online
17. Bekerjasama dengan toko buku sebagai dropshippernya
18. Setiap saat mengupload barang jualan
19. Menghidupi gambaran diri ini : "with performance, the whole of my times are works"
20. Mohon kemurahan Tuhan untuk memberikan rejeki






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...