Kereta sore yang kunaiki mulai berjalan meninggalkanmu. Aku melihat dari jendela kaca kereta, engkau berdiri mematung menatapku dengan tetesan air yang keluar dari kedua matamu. Suara gemuruh kereta berjalan dari kereta yang kunaiki tidak membisingkan telingaku. Ada kesunyian terasa di hatiku saat aku melihatmu berdiri seakan tak rela melepasku menuju Jakarta.
Sayang, tunggulah aku, aku pergi hanya sebentar. Semua demi kita. Hanya karena aku ingin memperoleh pekerjaan yang lebih baik, aku meninggalkanmu. Kelak, jikalau kehidupan ekonomiku sudah membaik, aku akan kembali ke kotamu Malang untuk menemuimu dan mengajakmu.
Demikian hari Arya bergulat, berbicara kepada Kusumawardhani, gadis cantik yang dicintainya.
Langit semakin gelap..
Langit semakin gelap..
Untuk engkau yang tak dapat kugaoai lagi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar