Rumah Air Sebagai Salah Satu Cagar Budaya Kota Surabaya
Kalau kita jalan-jalan di Jl. Basuki Rahmat Surabaya, kita akan jumpai di sana, di antara deretan gedung gedung bertingkat dan perkantoran, cagar budaya kota Surabaya yang baru saja diresmikan pada bulan Januari 2017 : Rumah Air Surabaya, terletak di Jl. Basuki Rahmat No. 119-121 Surabaya.
Bersama teman teman penulis yang tergabung dalam kelompok Pecinta Dunia Menulis Buku & Blog#TravelWriting saya berkunjung ke Rumah Air Surabaya ini pada hari Minggu, 3 Juli 2017. Di sana kami diterima oleh Bapak Hendro selaku Humas PDAM Surya Sembada Kota Surabaya yang sekaligus menjadi guide dan narasumber kami untuk mengenal lebih jauh Rumah Air Surabaya ini. Dari penjelasan Bapak Hendro kami memperoleh banyak penjelasan mengenai sejarah PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, pengelolaan air dan impian PDAM Surya Sembada Kota Surabaya ke depan.
Rumah Air Surabaya ini merupakan kantor lama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sebelum pindah ke tempat sekarang di Jalan Prof. DR Moestopo Surabaya. Ada dua gedung berdiri di atas lahan itu, gedung sisi selatan merupakan bangunan kuno peninggalan zaman Belanda,
Bangunan yang didirikan sekitar tahun 1950-an ini pada waktu itu adalah kantor Markas Badan Keselamatan Rakyat (BKR) di bawah pimpinan Sungkono. Markas pindah, bangunan ini akhirnya dipakai sebagai kantor PDAM Kota Surabaya.
Di dalam Rumah Air Surabaya kita bisa melihat beberapa peralatan kuno yang dipakai PDAM Kota Surabaya seperti pompa air jaman Belanda, penutup kelder yang dipakai di tahun 1902, berbagai jenis pipa air yang digunakan, logger pencatat meter, meter air kuno, kran kuno, peta kota Surabaya yang dibuat pada zaman Belanda, sejarah PDAM Kota Surabaya dari tahun ke tahun, dan lain-lain.
Oleh karena gedung ini memiliki nilai sejarah maka Walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini melalui Surat Keputusan (SK) nomor 188.45/232/436.1.2/2015 tertanggal 23 September 2015 menyatakan gedung di Jalan Basuki Rahmat No. 119-121 Surabaya ini merupakan Bangunan Cagar Budaya. Dengan demikian Rumah Air Surabaya menambah jumlah bangunan cagar budaya kota Surabaya dan bisa menjadi pilihan masyarakat luas yang ingin melakukan wisata sejarah. Dan Rumah Air Surabaya ini sebagai yang pertama di Indonesia.
Rumah Air Surabaya Sebagai Tempat Edukasi Pengelolaan Air
Kota Surabaya yang berada di pinggir laut dengan kondisi air tanahnya yang payau dan asin serta potensi air baku PDAM Kota Surabaya yang diambil dari Sungai Brantas selain mata air di daerah Pandaan dan Umbulan relatif tidak bisa digunakan untuk kebutuhan pemenuhan air minum. Belum lagi adanya sampah, limbah produksi yang dibuang secara sembarangan oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab akan turut mencemari kualitas air. Bahkan menurut penuturan Bapak Hendro pernah ditemukan 1 ton pampers bekas di buang di aliran sungai Brantas. Untuk itu PDAM Surya Sembada Surabaya berusaha keras bisa mengolah air tersebut menjadi air yang layak untuk dikonsumsi.
PDAM Surya Sembada melakukan tahap tahap dalam mengelola air ini, meliputi tahap aerasi, kemudian tahap prasedimentasi, tahap koagulasi flokulasi, tahap sedimentasi, tahap filtrasi, tahap desinfeksi, dan tahap reservoir.
Dicampurkan pula beberapa bahan kimia dalam proses pengolahannya, seperti kaolin, pasir silika, kaporit, karbon aktif, alum sulphate cair, pasir antrasit, poly acrilamin dan cupersulphat. Semua bertujuan agar air PDAM Surya Sembada Kota Surabaya menjadi air yang bersih.
Perlu diketahui juga bahwa air produksi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sebelum di distribusikan ke pelanggan telah dilakukan uji analisa kualitas air pada Instalasi Pengelolaan Air Minum sesuai dengan standar PERMENKES RI No. 492/MENKES/IV/2010 yang dilakukan di laboratorium PDAM Surya Sembada Kota Surabaya serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Dan secara berkala, air baku dan air bersih diuji secara fisika, kimia dan mikrobiologi. Di samping melakukan uji analisa kualitas di Instalasi Pengelolaan dan Sumber Air, laboratorium PDAM Surya Sembada Kota Surabaya juga melalukan kontrol kualitas air/sampling ke pelanggan setiap bulan yang dilakukan secara acak. Dengan demikian, maka air PDAM Surya Sembada Kota Surabaya aman untuk dikonsumsi, namun PDAM Surya Sembada Surabaya menganjurkan mengingat luasnya jaringan pipa distribusi dan dikhawatirkan terdapat kebocoran maupun pengaratan pada pipa, maka bila akan dikonsumsi sebaiknya air PDAM dimasak terlebih dahulu baru kemudian bisa di minum.
Impian PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Tentang Air PDAM Di Masa Depan
Didorong oleh kemajuan teknologi, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya berupaya untuk bisa meningkatkan kualitas air yang diolahnya. Dengan alat penjernih air, PDAM Surya Sembada Surabaya punya impian ke depan akan menyediakan air siap minum yang langsung diminum dari kran bagi seluruh masyarakat Surabaya.
Impian ini sudah dimulai dengan menempatkan kran air siap minum di kampus Unair dan ITS Surabaya sebagai uji coba.
Untuk itu bagi siapa saja khususnya masyarakat Surabaya sendiri yang ingin melakukan wisata sejarah, kunjungilah Rumah Air Surabaya. Bukan hanya agar kita tahu sejarah perkembangan pembangunan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, tetapi di Rumah Air Surabaya kita akan mendapatkan ilmu dan informasi tentang air, pengelolaannya serta sejarah perkembangan pengelolaan air bersih di Surabaya yang diprakarsai oleh PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.









