Jumat, 21 Juli 2017

Waktu


Waktu. Ia tak pernah kembali. Ia melangkah dan terus melangkah tanpa pernah mau menunggu. Hidup kita pun berpacu dengan waktu. Satu hari terkadang terasa cepat dan berganti hari lain. Usia kita pun terus menanjak dan kita akan menjadi semakin tua.
Apa yang harus kita lakukan ? selagi kita masih diberi waktu ayo kita berbuat sesuatu yang berarti, yang akan menjadi kenangan kita, yang akan menjadi bekal kita juga manakala kita harus menghadap Sang Pencinta
Menulislah selagi kita bisa menulis, menulis yang membuat orang yang membacanya memperoleh semangat dan penghiburan.
Mengajarilah, selagi kita masih bisa mengajar, mengajar yang membuat orang-orang yang kamu ajari menjadi pandai sepertimu
Mencintailah selagi kita masih bisa mencintai, cinta yang membuat orang yang kamu cintai merasa tenang dan nyaman
Berbuat baiklah selagi masih bisa berbuat baik, suatu tindakan yang membuat orang merasa di hargai, diperhatikan dan dibantu
Dengan demikian hidup kita berarti bagi orang lain. Waktu yang terus berlalu itu telah kita isi dengan pengembangan diri dan kebaikan. Kelak semua itu akan menjadi amalan kita kala kita menghadap Sang Pencipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...