Sabtu, 30 September 2017
Selasa, 26 September 2017
Patah
Aku dahulu merindukan untuk mempunyai sepeda motor GL Max, hp yang bagus, laptop dan kamera fotografi. Bila semua ini sudah aku miliki aku merasa siap untuk menghadapi hidup. Siap untuk bekerja keras menata dan membangun masa depan. Karena aku merasa empat hal itu merupakan pijakan dan alatku untuk berusaha dan membangun.
Aku sudah mempunyai empat hal itu, tapi sekarang karena kesulitan ekonomi, sepeda motor GL Maxku aku gadaikan, hp yang bagus itu aku gadaikan, Laptop aku gadaikan dan kamera fotografi juga aku gadaikan. Aku merasa bagaikan seekor burung yang kedua sayapku patah, juga kedua kakiku. Aku tidak tahu kapan sayap dan kakiku akan sembuh kembali. Aku hanya menanti sebuah mukjizat.
Minggu, 10 September 2017
Tuhanku
Tuhan yang aku imani adalah Tuhan yang memberi sekalipun aku tidak meminta.
Sebagaimana Tuhan menurunkan hujan untuk orang baik dan yang jahat, menempatkan matahari dan bulan sebagai penerang untuk orang baik dan yang jahat, memberi udara untuk bernafas bagi semua makhluk yang baik dan yang jahat, demikianlah Tuhanku.
Sebab bila Tuhan memberi manakala kita memintanya saja, maka Ia tak ubahnya seperti mesin ATM yang ketika kita memasukkan kartu ATM di dalamnya, memejet nomor rekening lalu keluarlah uang kita. Tuhanku lebih besar dari itu.
Ia tak membutuhkan pujian kita untuk menjadikanNya agung dan bermurah hati. Ia sudah agung sedari dulu dan kebaikanNya besar.
Ia tak hanya mendengarkan dari doa-doa yang kita panjatkan, tetapi dalam kerinduan-kerinduan kita, sedih dan tangis kita, Ia mendengarkan juga.
Jikalau Tuhan sudah sangat bermurah hati kepada semua orang, yang baik ataukah yang jahat, yang meminta ataukah yang tidak, lalu apa gunanya doa-doa kita dan pujian-pujian kita kepadaNya ? Semuanya itu hanya membuatNya berkenan pada kita dan Dia pasti akan memberi lebih.
Jumat, 08 September 2017
Kumpulan Doa Makan
Doa Sebelum Makan 1
Tuhan yang maha murah, kami bersyukur kepadaMu untuk rejeki yang kami terima hari ini. Lewat orang-orang baik, di meja ini telah terhidang makanan dan minuman yang akan menyehatkan jiwa raga kami. Berkatilah makanan dan minuman ini ya Tuhan agar menjadi kekuatan bagi jiwa raga kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin
Doa Sesudah Makan 1
Syukur dan terima kasih kami haturkan kepadaMu ya Tuhan untuk makanan dan minuman yang telah kami santap. Ajari kami untuk tidak hanya membutuhkan makanan jasmani tetapi juga makanan rohani yaitu Sabda-SabdaMu. Amin
Doa Sebelum Makan 2
Darimanakah datangnya kebaikan ya Tuhan kalau bukan dari Dikau ? Demikian juga makanan ini adalah pemberianMu. Maka kami bersyukur untuk hal itu. Semoga makanan yang Kau berkati ini ya Tuhan memberi kami kekuatan dan semangat baru. Amin
Doa Sesudah Makan 2
Terimakasih ya Tuhan untuk makanan yang kami terima. Juga berkat-berkatMu yang lain dalam kehidupan kami sehari-hari. Berkati kami ya Tuhan agar kami bisa menjadi perantara rahmatMu bagi sesama kami. Amin
Doa Sebelum Makan 3
Allah sumber segala kemurahan, hari ini Kau tunjukkan kemurahanMu dengan memberi kami rejeki pada hari ini sebab kami mengingat masih ada banyak saudara kami yang hidup berkekurangan. Kami mohon berilah mereka rejeki seperti kami dan buatlah kami senantiasa bersyukur atas setiap kebaikanMu kepada kami. Amin.
Doa Sesudah Makan 3
Setelah kami menerima rejeki ini ya Tuhan, buatlah kami menjadi pewarta kebaikan-kebaikanMu sebab padaMulah segala kerinduan Kau dengarkan. Terpujilah Engkau Tuhan kini dan selalu. Amin.
Rabu, 06 September 2017
Angan-angan Dan Kerinduan
Aku mempunyai banyak angan-angan dan kerinduan
1. Aku ingin mempunyai gallery seni yang di dalamnya ada cafe dan bookstore
Gallery seni, tempat segala karya tangan manusia ditampilkan
Cafe, tempat orang menikmati sejenak perjalanan hidup
Bookstore, tempat orang menemukan inspirasi dan semangat hidup
Aku ingin saat orang menikmati karya-karya tangan manusia di galery seniku, ia juga bisa sambil menikmati perjalanan hidup di cafe dan menemukan semangat dan inspirasi hidup di bookstore
2. Aku ingin di dinding-dinding rumahku nanti kupajang potret-potret karyaku
3. Aku ingin membangun gazebo untuk menulis
4. Aku ingin namaku terpampang di majalah-majalah rohani Katolik sebagai seorang penulis
5. Aku ingin menginap di Rumah Retret Sawiran bersama anak istriku. Pada waktu itu aku sudah mempunyai mobil.
6. Aku ingin mengendarai mobil Taft
7. Aku ingin duduk-duduk di alun-alun Malang lagi. Pada waktu itu aku sudah menjadi orang hebat
8. Aku ingin mempunyai perpustakaan pribadi di rumah
9. Aku ingin mengendarai sepeda motor GL Maxku menikmati indahnya kota
10. Aku ingin bersua dengan orang-orang yang dekat di hati dan mengenang tempat-tempat yang dahulu kukenang
11. Aku ingin sampai tua terus menulis
12. Aku ingin sampai tua terus memotret
13. Aku ingin mendedikasikan hidupku untuk menjadi penulis dan fotografer kehidupan
Apakah ini akan tercapai ? Hanya waktu yang akan menjawabnya
Selasa, 05 September 2017
Bersyukur Berada Di Zaman Ini
Saya menerima kiriman WhatsApp dari group, saya yakin isi dari WhatsApp ini juga dikirim secara berantai. Membaca isi pesannya saya memang patut bersyukur bahwa saya pernah berada pada zaman ini.
Ini pesan dari WhatsApp ini :
(komentar pada tanda kurung italic adalah komentar saya sendiri)
GOLDEN MEMORIES/INDAHNYA WAKTU ITU
Yang lahir/Angkatan Tahun 1960-80an, yang usianya sekarang 30an-50an tahun
(sesuai akta kelahiran, saya lahir pada tanggal 2 Maret 1973, berarti sekarang saya berumur 44 tahun)
Sekedar anda tahu
Kita yang lahir di tahun 1960-70-80an, adalah generasi yang layak disebut generasi paling beruntung (wah, senangnya ...).
Karena kitalah generasi yang mengalami loncatan teknologi yang begitu mengejutkan di abad ini, dengan kondisi usia prima.
Sebagian kita pernah menikmati lampu petromax dan lampu minyak, sekaligus menikmati lampu bohlam, TL, hingga LED
(aku masih ingat, dahulu setiap sore ayah selalu menyalakan lampu petromax sebagai penerang rumah karena pada waktu itu aliran listrik belum masuk ke desaku. Ayah memompa lampu petromax itu dan meniupi semacam kain yang menjadi bola pijarnya agar bisa bersinar terang sehingga bisa menerangi seisi rumah. Harus hati-hati dalam memompa petromax agar kain itu tidak jatuh, hi..
Lampu minyak ? lampu ini biasanya diletakkan oleh ayah atau ibuku sebagai penerangan di dapur. Bila minyak tanah habis, ayah dan ibu harus membelinya dalam jurigen)
Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati riuhnya suara mesin ketik. Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menikmati keyboard dari laptop kita.
(mesin ketik aku kenal ketika kuliah, walaupun komputer sudah masuk dalam masyarakat, mengerjakan tugas kuliah memakai mesin ketik masih aku lakukan).
Kitalah generasi terakhir yang merekam lagu dari radio dengan tape recorder, kadang pitanya mbulet. Sekaligus kita juga menikmati mudahnya men download lagu dari gadget.
(betul sekali, dahulu menikmati lagu dari lagu yang muncul dari tape recoder, demikian juga men-downloadnya. Wah...alamat rusak bila akhirya pitanya mbulet, he....)
Kitalah generasi dengan masa kecil bertubuh lebih sehat dari anak masa kini, karena lompat tali, loncat tinggi, petak umpet, gobak sodor, main kelereng, karetan, sumpit-sumpitan, galasin adalah permainan yang tiap hari akrab dengan kita. Sekaligus saat ini mata dan jari kita tetap lincah memainkan berbagai game di gadget.
(anak di zaman sama sehari-hari bermain tanpa alas kaki, berlari ke sana ke sini tanpa takut kotor, semuanya lepas bebas.
Bermain lompat tali bagi anak-anak putri sungguh ramai. Bermain petak umpet sangat mengasyikkan saat yang mencari tidak menemukan kita yang sedang bersembunyi. Bermain gobak sodor juga menyenangkan. Bermain kelereng menyenangkan bila kelereng yang kita lempar mengenai barisan depan kelereng yang kita susun, karena seluruh kelereng di urutan belakang dari kelereng yang terkena kelereng kita akan menjadi milik kita. Untuk bermain karetan kita harus mengumpukan karet kita dengan karet teman-teman kita yang ikut bermain, lalu karet yang terkumpul banyak itu kita lemparkan pada ris pondasi dinding rumah. Sangat senang bila karet yang kita lempar banyak terkumpul di ris pondasi itu dan tidak jatuh, karena karet yang terkumpul di ris akan menjadi milik kita. Galasin ? ah ini menyenangkan sekali saat galasih yang kita lempar bisa menusuk galasin teman kita. Masih banyak sich permainan dan kebiasaan yang menarik semasa kecil : bermain umbul-umbul kartu, dakon, membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk, membuat batang terbang dari bunga tanaman tebu, membuat wayang kulit dari tulang daun ketela, mencari ampal, menangkap garengpong, menangkap ratusan kupu-kupu yang terbang di halaman, mencari undur-undur, menangkap laron, meminum sari bunga sepatu, mencari santiet, dan lain-lain. Semua menyenangkan dan benar kita ini lebih sehat dari pada anak-anak zaman sekarang yang sangat menjaga kebersihan).
Masa Remaja
Kitalah generasi terakhir yang pernah mempunyai kelompok/ geng yang tanpa janji, tanpa telpon/sms tetapi selalu bisa kumpul bersama menikmati malam minggu sampai pagi. Karena kita adalah generasi yang berjanji cukup dengan hati. Kalau dulu kita harus bertemu untuk tertawa terbahak-bahak bersama. Kini kitapun tetap bisa ber "wkwkwkwk" 😀😀😀😝😝😜😀 di grop Facebook/whatsApp.
Kita generasi terakhir yang pernah menikmati lancarnya jalan raya tanpa macet dimana-mana. Juga berseda onthel/motor menikmato segarnya angin jalan raya tanpa helm di kepala.
(wah kalau di desa saya sich jalan raya memang tidak macet sampai sekarang, tetapi memang sekarang arus kendaraan bermotor lebih banyak dibandingkan dahulu, mungkin perekonomian masyarakat yang sudah mulai meningkat sehingga banyak orang yang mampu membeli sepeda motor atau mobil. Kalau saya sendiri dahulu saat bersekolah di SD atau SMP pun kadang masih memakai sepeda onthel milik ayah saya yang notabeda sepeda ontelnya lebih besar dari tubuh saya yang masih kecil, he...)
Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati jalan kaki berkilo meter tanpa perlu berpikir ada penculik yang membayangi kita.
(pada saat aku masih bersekolah SMP, aku sering berjalan kaki ramai-ramai dengan teman menuju tempat sekolah yang jaraknya dari rumah sekitar 6 kilometer. Lewat gang sempit malahan, tetap merasa senang jalan kaki ramai ramai ke sekolah. Atau dahulu sering ketika masih SMP pagi jam 04.00 bangun lalu lari-lari pagi di jalan raya bersama teman teman. Suasana masih gelap tetapi tidak pernah takut dengan yang namanya penculik. Tetapi takut dengan yang namanya hantu, sehingga ketika takut kita menambah kecepatan dalam berlari, he...terkadang di pagi hari itu aku masih bisa melihat bintang yang berjalan, yang sekarang hal ini tidak pernah saya jumpai lagi)
Kitalah generasi terakhir yang pernah merasakan nikmatnya nonton tv, yang ada cuman hitam putih layarnya, dengan senang hati tanpa di ganggu remote untuk pindah channel sana sini ramai ramai satu kampung dengan powersupply aki yang jika strumnya akan habis layarnya tv ciut tinggal separo
(ha ha...aku masih ingat di desaku dahulu, saat aku masih kecil, hanya satu orang yang mempunyai tv, dia seorang berada yang menjabat sebagai jogoboyo. Karena itu setiap sore hari dia meletakkan tv itu di halaman rumah, maka orang-orang kampung yang ingin melihat tv itu berbondong-bondong datang ke halaman itu untuk menonton tv)
Kita adalah generasi/yang selalu berdebar-debar menunggu hasil cuci cetak foto, seperti apa hasil jepretan kita. Selalu menghargai dan berhati-hati dalam mengambil foto dan tidak menghambur-hamburkan jepretan dan mendelete-nya jika ada hasil muka yang jelek. Saat itu hasil dengan muka jelek kita menerimanya dengan rasa ikhlas. Ikhlas dan tetap ikhlas apapun tampang kita di dalam foto. Tanpa ada editan Camera 360, photoshop atau Beauty Face. Betul-betul generasi yang menerima apa adanya.
(pada zaman dahulu aku belum mempunyai camera. Tetapi dahulu sangat jarang orang yang memiliki kamera. Di desaku hanya ada satu orang yang mempunyai camera. Jadi dia berkeliling ke desa-desa untuk menawarkan jasa foto kalau ada keluarga yang ingin foto, dia diundang di rumah untuk memotret kita. Gaya foto kita jaman dahulu ya hanya berdiri tegak, tidak seperti sekarang dengan gaya tangan membentuk huruf V, kaki diangkat sebelah, dan lain-lain. Dahulu apa adanya.
Tukang foto sangat langka, pernah juga dahulu dimasa kecil aku diajak ibu ke rumah kerabat yang jauh di malam hari karena kerabat menikahkan anaknya. Namanya anak kecil perjalanan jauh naik angkot carteran di malam hari pastilah mengatuk dan tertidur. Sampai di rumah kerabatpun juga tidur. Sampai acara foto-foto bersama. Maka aku cepat-cepat dibangunkan oleh ibu untuk ikut foto karena karena jarang ada moment potret. Maka aku pun duduk di dibarisan depan dengan kondisi yang masih mengantuk. Ketika foto sudah jadi, terlihatlah aku di foto duduk dengan mata terpejam, he he..)
Kitalah generasi terakhir yang pernah begitu mengharapkan datangnya Pak Pos menyampaikan surat dari sahabat dan kekasih hati.
(ha ha..aku mulai mengenal berkirim surat kala aku masih duduk di Seminari Menengah Garum Blitar, sebuah sekolah setingkat SMA yang diperuntukkan bagi pendidikan imam. Saat makan siang romo rektor Seminari pada waktu itu, Rm. Louis Pandu, CM selalu datang membawa setumpuk surat dan membacakan surat itu ditujukan untuk siapa. Maka anak-anak Seminaris pada waktu itu, termasuk aku selalu berdebar-debar bilamana Rm. Louis Pandu CM berdiri di depan refter dengan membawa setumpuk surat, berharap ada surat buatku. Dan alangkah senangnya bila aku menerima surat itu.
Sampai aku bekerja di Rumah Retret Sawiran, Nongkojajar Pasuruan, mengirim surat masih populer pada zaman itu. Termasuk aku pernah mengirim surat untuk mengungkapkan rasa cinta pada seseorang he...Maklum pada zaman ini belum ada handphone)
Kita mungkin bukan generasi terbaik. Tetapi kita adalah generasi yang LIMITED EDITION. Kita adalah generasi yang patuh dan takut kepada Ortu, meskipun sembunyi-sembunyi nakal dan melawan, tapi kita generasi yang mau mendengar dan komunikatif terhadap anak cucu.
Itulah kita ...selalu bersyukur atas nikmat yang telah kita terima.
Anda di generasi itu?
Bagikan ini sebagai pengingat masa dahulu dan menjalani masa sekarang...
Indahnya waktu itu...
(Ya...indahnya waktu itu, indahnya masa kecil dan bersyukurnya aku menjadi bagian dari sebuah sejarah perpindahan tekhnologi)
Mengembangkan Talenta
Ketika tuan yang empunya harta itu kembali dari bepergian ke luar negeri, para hambanya yang diberi kepercayaan hartanya, menurut kesanggupan masing-masin hambanya tu menghadap. Hamba yang diberi lima talenta berhasil menjalankan uang tuannya dan menghasilkan laba lima talenta lagi. Untuk ini tuannya memujinya dan memperkenankan hamba itu masuk dalam kebahagiaan bersama tuannya. Hamba yang diberi dua talenta juga berhasil mengembangkan talenta itu menjadi dua talenta lagi. Tuan hamba itupun memujinya dan memperkenankan hamba itu masuk dalam kebahagiaan bersamanya. Hamba yang menerima satu talenta tidak mau mengembangkannya, ia menggali lobang di dalam tanah dan menyembunyikan uang tuannya itu sehingga harta itu tidak berkembang. Untuk ini tuannya menghukumnya. (Matius 25:14-30).
Kita lihat bukan hanya hamba yang diberi 5 talenta dan berhasil mengembangkannya menjadi 5 talenta saja yang dipuji tuannya, tapi juga yang diberi dua talenta.
Apa maksud dari ini ? Tuan itu tidak melihat berapa banyak uang yang dberhasil dikembangkannya tetapi melihat apakah hambanya telah berusaha mengembangkan talenta itu. Ini yang pokok.
Apakah talenta itu ? talenta adalah kemampuan, bakat, ketrampilan, potensi diri yang disematkan kepada setiap manusia sejak manusia itu masih dalam kandungan. Masing-masing manusia diberi potensi yang berbeda-beda menurut kesanggupannya. Talenta ini bagaikan harta terpendam yang masih perlu digali, yang kita pergunakan agar kita bisa survive dalam menjalani kehidupan.
Apapun talenta kita, Tuhan hanya ingin kita mengembangkan talenta ini semaksimal mungkin, karena talenta ini titipan Tuhan dan nanti Tuhan meminta pertanggungjawabannya.
Senin, 04 September 2017
Rohani : Dia Menyertai
Pagi tadi saya mengantarkan anak saya masuk sekolah. Sampai di kelas, saya mendengar sepenggal syair dari lagu rohani yang di putar oleh pihak sekolah :
"Tuhan tak pernah janji langit selalu biru, tetapi Dia berjanji akan selalu menyertai."
Kurasa dalam setiap kehidupan manusia, tidak ada satu pun manusia yang hidupnya selalu mulus, tidak ada masalah. Mereka yang hidupnya selalu berkekurangan, akan berjuang untuk bisa hidup sejahtera. Mereka yang sudah hidup sejahtera, barangkali saja harus berjuang mempertahakankan kesehatan. Dan dalam pergaulan sehari-hari dengan saudara, teman, atau dengan siapa saja kita bisa saja mengalami perselisihan. Demikian kita, sebagai seorang beriman pun tak akan lepas dari permasalahan, seperti syair dalam lagu tadi :"Tuhan tak pernah janji langit selalu biru."
Mengapa hidup kita tidak dimuluskan oleh Tuhan ? bagaimana kita akan menjadi pribadi sabar bila kita tidak pernah mengalami hal-hal yang menuntut kita harus sabar, bagaimana kita akan menjadi pribadi yang tangguh bila kita tidak mengalami berbagai macam kesulitan, bagaimana kita akan menjadi seorang yang bijak bila kita tidak pernah mengalami perselisihan, dan masih banyak lagi. Jadi berbagai macam persoalan itu sejatinya merupakan sarana yang diciptakan Tuhan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh dan kuat.
Jangan menyerah pada keadaan bila hidup begitu sulit, apalagi melakukan tindakan yang tak dikehendaki oleh Tuhan. Ingat, Tuhan memberi kita percobaan tidak akan melampauhi batas kekuatan kita. Ingat juga, seperti dalam syair lagu tadi: "Dia berjanji akan selalu menyertai." Ia akan selalu menyertai hingga kita terbentuk menjadi pribadi yang tangguh dan teguh.
Mengapa hidup kita tidak dimuluskan oleh Tuhan ? bagaimana kita akan menjadi pribadi sabar bila kita tidak pernah mengalami hal-hal yang menuntut kita harus sabar, bagaimana kita akan menjadi pribadi yang tangguh bila kita tidak mengalami berbagai macam kesulitan, bagaimana kita akan menjadi seorang yang bijak bila kita tidak pernah mengalami perselisihan, dan masih banyak lagi. Jadi berbagai macam persoalan itu sejatinya merupakan sarana yang diciptakan Tuhan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh dan kuat.
Jangan menyerah pada keadaan bila hidup begitu sulit, apalagi melakukan tindakan yang tak dikehendaki oleh Tuhan. Ingat, Tuhan memberi kita percobaan tidak akan melampauhi batas kekuatan kita. Ingat juga, seperti dalam syair lagu tadi: "Dia berjanji akan selalu menyertai." Ia akan selalu menyertai hingga kita terbentuk menjadi pribadi yang tangguh dan teguh.
Artikel : Fokus Sebagai Salah Satu Cara Agar Impian Tercapai
Bila anda ingin pergi ke suatu tempat, misalnya ke mall, lalu di tengah perjalanan anda melihat ada pertujukan teater jalanan, anda berhenti sejenak untuk melihat sejenak lalu berjalan lagi, di tengah perjalanan lagi anda melihat ada penjual baju yang barangnya bagus-bagus, anda berhenti lagi untuk membeli baju, kemudian melanjutkan perjalananan lagi, kalau begini apakah anda akan sampai pada tujuan ? Mungkin saja anda sampai tetapi anda akan butuh waktu yang lebih lama untuk sampai kepada tujuan.
Demikian juga bila anda mempunyai keinginan, cita-cita, kehendak atau impian, apapun itu. Mungkin anda punya impian untuk menjadi penulis, mempunyai keinginan untuk membeli mobil, mempunyai kehendak untuk rajin membaca, dan lain-lain. Bila anda tidak fokus maka anda akan lambat dalam mencapainya.
Mempunyai keinginan untuk menjadi penulis misalnya tetapi ketika ada waktu luang anda menggunakannya untuk menonton televisi, ketika sedang menulis pun anda terkadang berhenti menulis karena anda tertarik untuk bermain game di handphone. Kalau begitu kapan anda akan sampai pada cita-cita untuk menjadi seorang penulis ? Maka fokus memegang peranan penting dalam tercapainya sebuah kehendak, cita-cita atau impian. Fokuslah maka impianmu akan cepat tergapai.
Langganan:
Komentar (Atom)
SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA
Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...
-
ACIES 2025 baru saja usai. Namun kemeriahan acara ACIES masih saja membekas. Menyanyi, berjoget bersama, makan bersama, bercengkerama...
-
Aku mempunyai banyak angan-angan dan kerinduan 1. Aku ingin mempunyai gallery seni yang di dalamnya ada cafe dan bookstore Gal...
-
Sekarang ini aku benar-benar mengalami kesulitan ekonomi. Gaji dari kantor tidak cukup, pinjaman banyak, aku harus berpiki...



