Ketika tuan yang empunya harta itu kembali dari bepergian ke luar negeri, para hambanya yang diberi kepercayaan hartanya, menurut kesanggupan masing-masin hambanya tu menghadap. Hamba yang diberi lima talenta berhasil menjalankan uang tuannya dan menghasilkan laba lima talenta lagi. Untuk ini tuannya memujinya dan memperkenankan hamba itu masuk dalam kebahagiaan bersama tuannya. Hamba yang diberi dua talenta juga berhasil mengembangkan talenta itu menjadi dua talenta lagi. Tuan hamba itupun memujinya dan memperkenankan hamba itu masuk dalam kebahagiaan bersamanya. Hamba yang menerima satu talenta tidak mau mengembangkannya, ia menggali lobang di dalam tanah dan menyembunyikan uang tuannya itu sehingga harta itu tidak berkembang. Untuk ini tuannya menghukumnya. (Matius 25:14-30).
Kita lihat bukan hanya hamba yang diberi 5 talenta dan berhasil mengembangkannya menjadi 5 talenta saja yang dipuji tuannya, tapi juga yang diberi dua talenta.
Apa maksud dari ini ? Tuan itu tidak melihat berapa banyak uang yang dberhasil dikembangkannya tetapi melihat apakah hambanya telah berusaha mengembangkan talenta itu. Ini yang pokok.
Apakah talenta itu ? talenta adalah kemampuan, bakat, ketrampilan, potensi diri yang disematkan kepada setiap manusia sejak manusia itu masih dalam kandungan. Masing-masing manusia diberi potensi yang berbeda-beda menurut kesanggupannya. Talenta ini bagaikan harta terpendam yang masih perlu digali, yang kita pergunakan agar kita bisa survive dalam menjalani kehidupan.
Apapun talenta kita, Tuhan hanya ingin kita mengembangkan talenta ini semaksimal mungkin, karena talenta ini titipan Tuhan dan nanti Tuhan meminta pertanggungjawabannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar