Tuhan yang aku imani adalah Tuhan yang memberi sekalipun aku tidak meminta.
Sebagaimana Tuhan menurunkan hujan untuk orang baik dan yang jahat, menempatkan matahari dan bulan sebagai penerang untuk orang baik dan yang jahat, memberi udara untuk bernafas bagi semua makhluk yang baik dan yang jahat, demikianlah Tuhanku.
Sebab bila Tuhan memberi manakala kita memintanya saja, maka Ia tak ubahnya seperti mesin ATM yang ketika kita memasukkan kartu ATM di dalamnya, memejet nomor rekening lalu keluarlah uang kita. Tuhanku lebih besar dari itu.
Ia tak membutuhkan pujian kita untuk menjadikanNya agung dan bermurah hati. Ia sudah agung sedari dulu dan kebaikanNya besar.
Ia tak hanya mendengarkan dari doa-doa yang kita panjatkan, tetapi dalam kerinduan-kerinduan kita, sedih dan tangis kita, Ia mendengarkan juga.
Jikalau Tuhan sudah sangat bermurah hati kepada semua orang, yang baik ataukah yang jahat, yang meminta ataukah yang tidak, lalu apa gunanya doa-doa kita dan pujian-pujian kita kepadaNya ? Semuanya itu hanya membuatNya berkenan pada kita dan Dia pasti akan memberi lebih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar