Mungkin mampu meneguhkan hatiku namun tak urung kurass begitu jauh kau kurengkuh
Menidurkan mimpi akan manisnya kasihmu
Adalah sepi yang kupaksa berubah menjadi riuh
Riuh yang semu
Sebagai kata candamu di bait yang berbeda
Sekalipun begitu kujeda waktu hanya 'tuk merinduimu
Meski raga dan jiwa perih terluka sembilu buta
Memasrahkan rasa hanya padamu
Seperti bergantung pada tuturmu yang tak pasti
Namun aku akan selalu mencinta
Seperti bisikmu pada dedaunan yang menjuntai di jendela kamarku
Kau tak kan meninggalkanku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar