Senin, 28 November 2022

Setahun Kita Bersama



Telah setahun kita bersama

Tak terasa 

Rupa-rupa yang telah kita lalui

Ada konyol, tangis, malas, cemburu, takut, sakit, derita

Ada juga rasa nyaman, gembira, sayang dan bahagia

Semua bercampur menjadi satu

Menjadi warna dalam perjalanan kebersamaan kita


Bisa menjalani satu tahun adalah hal yang patut aku syukuri

Terimakasih telah menemaniku sampai sejauh ini

Terimakasih telah menolongku dari berbagai kesulitan ekonomi 

Terimakasih untuk maafmu bila aku salah

Terimakasih untuk kesempatan-kesempatan yang telah engkau berikan

Terimakasih untuk perhatianmu, rasa sayangmu

Terimakasih untuk kesetiaanmu

Terimakasih untuk pengorbananmu dan derita yang telah kamu tanggung

Dan terimakasih untuk cintamu yang sangat besar kepadaku


Telah satu tahun kebersamaan ini kita jalani

Tak terasa

Dan aku akan selalu mengandeng tanganmu

Melangkah ke depan, menyusuri waktu

Aku menyangimu dan mencintaimu 

Ibu dari Putra Kusuma Wardana dan ibu dari Putri Kusuma Wardani

Anakku dan anakmu


Jombang, 9 Desember 2022


Selasa, 22 November 2022

Orang Asing Itu


Siapakah orang asing itu ? orang yang tak ada dalam hitungan sejarah, tapi membantuku bahkan menyerahkan tubuhnya padaku ?

Langit masih 

Sabtu, 05 November 2022

Doa

Tuhan, jikalau Engkau berkenan, bangkitkanlah di dalam hati orang-orang yang menerima brosurku, keinginan untuk bergabung dalam bisnis Multibeauty.
Amin

Kebersamaan Kita

Pernah kita bersama menyusuri waktu

Kamis, 03 November 2022

Tentang Pekerjaan



1. Aku ingin bila bekerja nanti, aku ingin bekerja di bagian HRD/Umum. Sekarang ini sudah menjadi kenyataan. Aku bekerja sebagai staff HR&GA
2. Aku ingin menjadi Pengembang Sumber Daya Manusia



 

 

Selasa, 01 November 2022

Tentang Bekerja Keras

Ini tentang bagaimana aku harus bekerja keras meraih keberhasilan sebingga aku bisa menggapai bintang impian.
1. Bangun pagi tidur larut malam untuk bekerja
2. Menghayati motto diri: "with performance, the whole of my times are works."
3. Jualan apapun yang bisa dijual untuk menghasilkan uang.
4. Menambah keahlian diri untuk bisa mendatangkan uang seperti: bisa servis hp, servis komputer, servis AC, bisa memotret bagus (fotografer), bisa menulis (penulis), dan lain-lain
5. Mengajak orang untuk berhasil bersama dalam binis MLM (multibeauty, guadline reborn)
6. Upload barang-barang jualan di medsos (facebook, twitter, instagram) dan marketplace-marketplace (Tokopedia, OLX, Bukalapak, Shopee, dll) juga aplikasi medsos lain (Tiktok, Snack Video, dll)
7. Menawarkan barang jualan ke orang yang aku temui seperti handphone, komputer, sabun multibeauty, dll)
8. Memiliki pribadi bersahabat dengan semua orang sehingga memudahkan diri dalam memasarkan barang.
9. Berteman dengan orang-orang sukses yang punya kenalan banyak sehingga mudah dalam memasarkan barang jualan.
10. Berdoa kepada Tuhan untuk memohon berkat atas usaha karena tanpa restu Tuhan benih yang aku tanam atau sebar tidak akan tumbuh
11. Meletakkan pikiran pada kerja
12. Dengan performance oke, seluruh waktunya untuk bekerja


Tentang Keberhasilan

Tentang Keberhasilan

1. Dengan keberhasilan aku bisa beli mobil dan bisa bersua dengan orang-orang yang dekat di hati.
2. Bisa ke Sawiran lagi ketemu teman-teman di sana, menginap di Sawiran dan nongkrong lagi di Cafe Nongkojajar
3. Dengan berhasil aku bisa membuat cafe sendiri tempat orang atau anak-anak muda nyantai untuk ngobrol
4. Dengan berhasil, aku bisa sejenak mengunjungi rumah Luna
5. Dengan berhasil aku bisa keluar negeri melihat kota-kota dan orang-orang di sana serta bisa berkenalan dengan mereka (perlu belajar bahasa Inggris lagi)
6. Dengan berhasil aku lebih bisa mensyukuri hidup ini dan bisa melihat jalan hidup.
7. Dengan mempunyai mobil aku bisa membantu Dani, orang yang mencintaiku dalam segala kebutuhannya.
8. Dengan berhasil aku bisa berjalan-jalan lagi ke Bali, Jogya, Jakarta, Makassar atu tempat lain.
9. Dengan berhasil aku bisa bermalam di hotel berbintang, menikmati hidup dengan orang yang dekat di hati.


Senin, 31 Oktober 2022

Welcome November 2022

“Aku orang hebat.
Inilah diriku yang sesungguhnya." 

Dengan menjadi orang hebat yang akhirnya aku mempunyai mobil, aku bisa bermain lagi ke Sawiran, ke Café Nongkojajar, bisa bersua dengan orang-orang yang dekat di hati.

Kutetapkan di kost, di Gresik, di awal bulan Nopember 2022 dalam udara dingin, bulan yang mendatangkan hujan dan tak berubah-ubah lagi sampai ini menjadi kenyataan yang kusyukuri.

Minggu, 30 Oktober 2022

Tentang Dani





Tentang Dani

Dani
Ultah 4 Oktober 1981

Ade 
Ultah 10 Maret

Ica
Ultah 19 Maret

4 des 2021 Ade menikah

9 Des 2021 Tanggal jadian, tapi kenalnya sudah bulan April 2022

1. Dani telah banyak berkorban untuk aku dengan:  
❤ setia menolak orang orang yang mendatangi dia dan membuang barang-barang pemberian mantan
❤ telah menyerahkan tubuhnya padaku
❤ mengandung 2 kali benih dari aku
❤ banyak sakit fisik karena aku seperti pendarahan, dll
❤ menangis karena cintanya ke aku

2. Karena itu Tuhan, ijinkan aku untuk menyayanginya selalu
Aku ingin suatu saat dia mengucap dari bibirnya "aku bahagia bersamamu."

3. Cara membahagiaan dia: 
❤ membelikan perhiasan aksesoris wanita
❤ bunga mawar putih kesukaannya lambang cinta
❤ kalau aku butuh dia, butuh cintanya
❤ keadaan gak enakan tidak pernah terlontar kata menyuruh dia mencari yang lain
❤ segala.kesibukan tetap memberi perhatian padanya
❤ hanya mencintai dan merasakan cinta Dani

4. Dia bukan orang yang membuat hatiku bergetar tapi orang yang kubutuhkan

5. Dia orang yang membuatku berhenti berpetualang menjajagi sengama
"Aku tak ingin Dani frustasi lalu membuka hubungan dengan Dimas atau Joko, atau orang lain yang mendekatinya
Karena kalau dia sampai melakukan itu sejujurnya hanya karena frustasi dan ingin bisa melupakanku saja kalau sampai selama aku menjalin hubungan dengan dia ini, aku melakukan hubungan badan dengan yang lain.
Maka mulai hari ini Minggu, 30 Oktober 2022, aku bertekad tidak melakukan hubungan badan dengan yang lain, hanya dengan dia dan istriku saja.
Aku ingin mewujudkan perkataannya bahwa aku menjadi pria terakhir yang dicintainya
Juga apa gunanya lagi aku melakukan senggama pada yang lain ? hanya membuat orang lain berdosa.
Jadi sudah cukup
Karena nanti pada akhirnya hanya ada aku, hidupku dan Tuhanku

6.Tuhan,  aku pasrahkan hidupku karena Engkaulah pengatur jalan hidupku. Amin.

7. Berapapun kadar cinta yang diberikan Dani aku harus bersyukur karena aku masih dicintai

8. Maka perkenankanlah aku Tuhan untuk membuat seperti yang kudamnba,satu kalimat keluar dari bibirnya "aku bahagia bersamamu." Amin 

9. Aku tak tahu Tuhan, apakah Dani berada dalam jalan hidup yang telah Kautentukan. Perkenanankan aku bersikap ini saja ya:
❤ sepanjang hidupnya aku akan berusaha untuk tidak melukainya
❤ sepanjang hidupnya aku ingin membuat dia bahagia
Cukup dua hal ini saja

10. Tak perlu terlalu cemburu pada Dani karena cemburu yang melebihi batas hanya akan menimbulkan api yang menghanguskan hubungan. Jikalau Tuhan menghendaki ia bersamamu, maka apapun peristiwa yang terjadi ia pasti akan tetap memilih bersamamu. Namun jika Tuhan melihat tidak baik kita berada dalam jalan hidup yang sama, ia pasti akan meninggalkanmu.

11. Aku ingin belajar menjadi seorang suami dengan istri Dani

12. Selalu memelihara cinta. Cinta perlu dipelihara seperti tanaman

13. Aku ingin merasakan buah dari cinta dan sayangnya padaku.

14. Tuhan, bagaimana sich Dani itu? apakah cintanya memang begitu dalam? sebenarnya tak perlu aku mengekang dia, cukup aku mencintainya dengan tulus maka dia akan tetap memegang aku. Kalau pun dia iseng berpindah ke lain hati dan aku tahu, dia akan ketakutan bila dia aku meninggalkannya. Itu aja wis. Ijinkan aku Tuhan untuk masih bersamanya untuk melihat dia itu siapa dalam perjalananku. Amin.

15. Tuhan, ijinkan aku mencintainya sebagai upah atas dua kali ia mengandung benih anakku. Amin (Senin, 14 Nopember 2022)

16. Cara untuk membuat dia bahagia adalah mencintai dia sungguh-sungguh dengan cara yang benar (Selasa, 15 Nopember 2022)

Hari malam. Tak banyak orang keluar rumah. Hanya ada binatang malam yang unjuk kebolehan memperdengarkan suara mereka. Dua sejoli itu memadu cinta dalam kegelapan malam.

Malam ini kubawakan sebuket mawar putih kesukaannya. Aku teringat akan ucapannya padaku:"aku ingin kamu menjadi orang terakhir yang memberikan bunga mawar putih, kesukaanku." ( 4 Oktober 2022)

Siapakah dia ya Tuhan, orang yang datang tanpa kuminta, memberikan seluruh tubuh dan cintanya padaku? Apakah ia memang kau letakkan dalam perjalanan hidupku ? Apapun itu perkenankan aku untuk memeluknya. (Kamis, 17 Nopember 2022)




Selasa, 09 Agustus 2022

Angin Sepoi Dari Ujung Barat



"Keluar dari rumah ini!"

Kata-Kata Frada membuat lelaki itu harus pergi. Waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Wardana memasukkan pakaian seperlunya ke dalam tasnya. Sebelum beranjak pergi, ia berpamitan kepada dua anaknya yang berada di dalam kamar.

"Nak, mamimu meminta papi pergi. Papi pergi ya?"

"Papi mau kemana?"

"Papi belum tahu, tapi papi harus pergi."

Terdengar tangisan dari anaknya yang kedua yang masih berusia tujuh tahun.

Wardana segera menuju pintu rumah untuk keluar. Setelah sampai teras, Frada segera menutup pintu itu keras-keras dari dalam dan menguncinya.

 

Kemana aku harus pergi?  Satu pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Wardana. Ia kemudian mengarahkan sepeda motornya ke Cafe Gagak Sakti, cafe yang kadangkala ia datangi untuk sekedar melepas penat sepulang kerja. Setelah sampai, Wardana memesan secangkir kopi.

Udara malam berhembus, membawa hawa dingin.

Wardana menyandarkan punggungnya ke dinding. Pikirannya menerawang. Hari ini tanggal 14 Februari,  orang di belahan dunia menjadikannya sebagai hari Valentine, hari kasih sayang. namun tepat di hari ini pula ia diusir oleh Frada, istrinya. Dan yang mengherankan pula mengapa ia diusir pada tanggal yang sama, tanggal 14 Februari, tanggal dimana pada tiga belas tahun yang lalu ia melamar Frada.  Apakah ada arti dari semua ini?

 

"Kamu dimana?" suara dari dalam telpon dari Ani, seorang yang dikenalnya dua bulan lalu. 

"Aku di Cafe Gagak Sakti, aku diusir oleh istriku.”

"Apa? kok bisa? gara-garanya bagaimana?"

Wardana menceritakan kejadiannya yang sebenarnya hanya persoalan sepele. Persoalan mengisi air galon yang kosong. Frada mengingatkan agar jangan lupa mengisi air galon yang kosong. Wardana yang ketika melihat air galon habis selalu selalu membawanya ke tempat isian galon itu merasa tersinggug dan  mengatakan tidak perlu diingatkan karena sudah tahu kewajibannya. Frada mengatakan hanya mengingatkan saja. Ia bilang tidak perlu. Rupanya soal mengingatkan dan tidak perlu diingatkan ini memicu kemarahan besar sampai terjadilah pengusiran.

"Sekarang kamu tidur dimana?"

"Aku tidak tidur, aku akan menghabiskan malam sampai Cafe ini tutup. Bila tutup, aku akan mencari lagi warung kopi atau cafe yang buka 24 jam."

"Ya sudah aku temani, aku juga tak akan tidur."

"Gak usah, Tidurlah!"

"Tidak, bagaimana aku akan tidur sedang kondisimu seperti ini?"

“Tidurlah, kamu akan capek bila tidak tidur!"

"Tidak!"

 

Wardana  menghabiskan malam di Cafe Gagak Sakti sampai pukul 24.00. Ia mencari tempat lagi karena Cafe Gagak Sakti tutup pada pukul 24.00. Ia menemukan warung kopi di pinggir jalan yang buka sampai pagi. Ia menghabiskan waktu di sana. Ketika langit mulai terang, ia  menuju pom bensin untuk mandi di kamar mandi sana. Setelah badan terasa segar lalu ia mencari tempat kost.

 

***

 

Hampir tiga jam Wardana mengendarai sepeda motornya menuju ke arah barat, ke kota dimana Ani tinggal. Ia menghentikan laju sepeda motornya ketika ia melewati deretan rombong penjual es di jalanan yang sejuk. Ia ingin merasakan es degdur yang terkenal itu. Es degdur, nama gaul dari perpaduan es degan dengan es durian, menjadi es yang terkenal di kota ini.

“Esnya Pak ya?” katanya pada bapak penjual.

Setelah dibuatkan, Wardana meminumnya. Rasanya nikmat, haus sedikit terobati. Angin sepoi dari ujung barat menerpa kulitnya. Segar, menyejukkan. Rasanya sama seperti kehadiran Ani selama ini.

 

Sudah enam bulan Wardana tinggal di kost. Praktis ia berusaha hidup sendiri. Mulai memasak, mencuci pakaian  juga sakit ia rasakan dan obati sendiri. Sejujurrnya ia tak pernah berpikir kehidupan rumah tangganya akan seperti ini. Tapi itulah yang terjadi. Kadang ia rindu pada anak-anak. Sedihya adalah ia tak bisa bercengkerama dan menemani anak-anak tumbuh dewasa tapi ia tak bisa banyak berbuat.

Ani lah yang selama ini memperhatikannya meski lewat whatsapp, telpon, video call atau pertemuan. Ia rajin membangunkan Wardana pada pagi hari, mengingatkan untuk makan, mengkhawatirkan dan memastikan Wardana baik-baik saja, membawakan makanan ketika bertemu. Ani pula yang membantunya kala Wardana mengalami kesulitan ekonomi. Kehadiran Ani membawa kesejukan dan kesegaran.

 

Nada dering terdengar dari ponselnya. Ia mengambilnya.

 “Sudah sampai mana?” suara Ani dari dalam ponsel

“Aku sudah berada di tengah kota.”

“Kalau sudah sampai khabari ya?”

“Oke.”

Wardana menutup telpon. Setelah membayar, Wardana melanjutkan perjalanan.

 “Aku sudah sampai,” kata Wardana setelah sampai di sebuah hotel.

Sore hari Ani datang.

Wardana dan Ani saling bercerita.

Rumah tangga Ani sekarang juga tidak harmonis. Ia sering kecewa ketika ada masalah dengan keluarga suami, suami tidak membelanya padahal apa yang dilakukannya benar, perkataan suami sering menyakitkan hati dan ia tak lagi diberi nafkah batin. Beberapa kali ia ingin pergi dari rumah tetapi ia mengurungkan niat karena teringat anak-anak dan kasihan dengan suami bila ia tinggal. Ia bertahan demi anak-anak.

“Meski suamiku sering menyakitiku, aku ingin hanya maut yang memisahkan.”

“Jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati perkataan suamimu yang menyakitkan. Anggap saja angin lalu. Ada aku yang akan selalu menyayangimu. Anggap saja aku melengkapi apa yang kurang dari suamimu.” Wardana menasehati.

“Beberapa mantanku siap menerimaku bila aku cerai dari suamiku. Mereka masih mengejarku sampai sekarang dan menungguku. Kalau kamu sayang dan cinta aku, ikatlah aku karena aku cinta dan sayang padamu.  

“Baiklah,” kata Wardana.

Sebelum pulang Wardana mencium kedua pipi dan kening Ani.

 

***

 

Siang yang cerah. Beberapa penggalan awan putih menghiasi langit biru. Wardana dan Ani bertemu. Mereka bertemu di toko perhiasan.

“Aku ingin mengikatmu. Kubelikan kamu cincin dan gelang sebagai tanda sayang dan cintaku padamu serta mengikat hatimu. Pilihlah mana yang kamu suka.”

Ani memilih.

Keadaan tidak memungkinkan mereka untuk bertemu di tempat yang nyaman.

“Makasih sayang,” kata Ani setelah ia memilih cincin dan gelang sebagai tanda pengikat

Ada kebanggaan dan kedamaian dalam hati Wardana ketika ia bisa mengikat hati Ani.

 

***

 

“Selamat ulang tahun ya Jo” kata Wardana pada Ani.

Hari ini mereka bertemu. Wardana ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada Ani yang hari ini 24 Oktober merayakan ulang tahun kelahirannya.

 “Makasih ya Jo”

Mereka sekarang sepakat memanggil “Jo” singkatan dari kata “Bojo”

 “Kubelikan kamu kalung ini juga sebagai tanda ikatan hati kita.”

Wardana memakaikan kalung berbandul hati itu ke leher kekasihnya.

“Makasih ya Jo.”

“Kau memberikan itu pula?” kata Ani sambil menunjuk sebuket bunga warna putih tergeletak di tempat tidur.

“Iya, aku teringat kamu pernah cerita suamimu yang pertama yang sudah berpulang itu pernah memberi kamu sebuket bunga, semua mawar putih, kamu suka sekali. Dan kamu bilang padaku kamu ingin aku menjadi orang terakhir yang memberi bunga mawar putih itu kepadamu. Ini aku bawakan untukmu sebagai tanda cinta dan sayangku padamu dan aku ingin seperti katamu menjadi orang terakhir yang memberi bunga mawar putih kesukaanmu ini kepadamu.”

Wardana mengambil bunga mawar putih itu lalu memberikannya pada Ani.

“Makasih sayang.”

Mereka lalu berciuman dengan mesra lalu rebah dalam rindu dan cinta yang membara. Angin sepoi-sepoi yang masuk melalui celah-celah jendela kamar hotel menambah kesyanduan malam itu.

 

***

 

“Ayo makanlah.” Kata Wardana ketika mereka bertemu untuk makan bersama.

“Jo, aku cemburu.” Kata Wardana menambahkan karena banyak lelaki yang masih mendekati kekasihnya.

 “Jo, kamu telah mengikat aku. Kamu telah mengikat tanganku dengan gelang, jemariku dengan cincin dan leherku dengan kalung. Aku tak mungkin memberikan cintaku pada orang. Hanya kamu dan suamiku yang aku cintai dan sayangi.” Ani menjelaskan.

Selama ini Ani telah memberi rasa cinta dan sayang. Rasa cinta dan sayang  yang belum pernah ia dapatkan dari istrinya.

“Makasih Jo,” Wardana mencium pipi Ani.

“Ayo kita makan.”

Mereka makan nasi ayam lalapan dengan lauk ayam goreng.

 

Hubungan Wardana dan Ani semakin dekat. Dari hubungan itu Ani sempat hamil dua kali namun mungkin faktor usia Ani anak itu gugur.

Ani sangat sedih.  

“Jo, keguguran itu bukan kehendak kita. Anggap saja mungkin itu yang terbaik bagi kita. Yang penting selama dalam kandungan kita telah berusaha menjaga dan merawat anak kita.” Wardana meneguhkan.

 

Waktu berjalan

“Jo, aku bermimpi.” Kata Ani.

“Bagaimana mimpimu, Jo?”

“Aku mimpi didatangi dua anak kecil menangis minta susu, akhirnya aku beri mereka susu.”

“Mereka butuh doa kita Jo, mungkin selama ini kita melupakan,” kata Wardana.

“Iya, aku akan ke orang pintar juga untuk menanyakan arti mimpi itu.”

 “Jo, beri nama untuk anak kita,” katanya setelah Ani mendatangi orang pintar. Mereka perlu diberi nama agar kita bisa menyebut namanya dalam doa-doa kita.”

“Benar Jo.”

Wardana berpikir. Ia ingin dua anaknya merupakan gabungan dari dua nama ayah dan ibunya. Setelah berunding mereka sepakat  memberi nama anak pertama mereka laki-laki: Putra Kusuma Wardana dan anak kedua mereka perempuan: Putri Kusuma Wardani.

Mereka berdoa untuk dua anak mereka. Ani menamburkan bunga di pusara Putra Kusuma Wardana dan Putri Kusuma Wardani yang berada di belakang rumah.

 

***

 

 

Mereka bertemu untuk yang kesekian kalinya.

“Jo, pulanglah ke keluargamu.  Anak-anak membutuhkanmu. Aku tidak apa-apa asal kamu tetap sayang dan cinta sama aku.” Ani menjelaskan.

“Aku tidak tahu. Bagaimana aku akan pulang ke rumah sedangkan istriku sampai sepuluh bulan ini tidak memintaku pulang. Bahkan satu kunci rumah yang aku bawa dimintanya.“

Wardana mengenggam kedua tangan Ani.

“Jo, terimakasih untuk perhatianmu, untuk cinta tulusmu, untuk kesetiaanmu di tengah banyak orang  yang mendamba cintamu. Terimakasih untuk pengorbananmu. Aku tidak tahu apa yang terjadi dalam hidup kita di depan tapi kamu adalah bagian dari hidupku. Rahimmu telah menjadi tempat bagi kedua anakku meski anak kita telah berpulang. Secara fisik kamu telah menjadi ibu dari dua anakku. Jadi sampai kapanpun kamu adalah istriku. Kamu bagai angin sepoi yang menyejukkan di tengah kehidupanku yang tak bermakna. Aku cinta dan sayang kamu dan sampai kapanpun akan tetap cinta dan sayang kamu. Akan kuggenggam tanganmu menyusuri waktu. Aku ingin membuatmu berkata “aku bahagia bersamamu.”

“Terimakasih Jo.”

Rembulan dari jendela kamar hotel nampak bersinar terang.

Mereka berpagutan bibir lalu rebah dalam asmara yang menggebu.

 

***

 


Ida

Aku masih ingat akan puisimu yang huruf awalnya kamu ambil dari namaku:

Wana langit begitu cerah
Angin begitu segar
Rasanya berada dalam belaian
Sayang, semuanya hanya mimpi
Indah nian bila itu terjadi nanti
Tapi bayanganmu tak dapat kugapai
Oh, betapa kejam hidup ini 



Kamis, 26 Mei 2022

Sepucuk Surat Untuk Anakku


Bulan Keempat

Anakku, ini adalah bulan keempat ayahmu berada di luar rumah karena diusir oleb ibumu hanya karena suatu hal yang sepele, oleh karena ayahmu mengatakan kepada ibumu tidak perlu diingatkan soal mengisi galon air yang kosong karena tanpa diingatkanpun ayahmu akan mengisi galon air yang kosong ketika sudah sempat. Hanya karena hal itu nada bicara diantara ibu dan ayah mulai mulai meninggi dan berujung pada pengusiran ayah pada jam sembilan malam. 

Sebagai seorang yang punya harga diri dan merasa tak memiliki rumah yang selama ini kita tempati bersama, karena ibumu sudah mengambil kredit rumah ini atas namanya sendiri ketika ayah dan ibumu masih bertunangan walaupun ketika ayah dan ibumu sudah menikah ayahmu memberi uang untuk keluarga yang bisa saja itu dipergunakan sebagai angsuran kredit rumah, tetapi toh rumah itu tetap rumah atas nama ibumu, ayahmu keluar diari rumah ini dengan membawa pakaian seadanya. 

Masih ayahmu ingat ketika ibumu mengusir ayahmu dan ayahmu sudah berada di luar pintu rumah rumah, ibumu segera menutup pintu keras-keras dan menguncinya dari dalam. Ayahmu masih belum pergi ketika pintu rumah ditutup. Ayah masih mengambili pakaian-pakaian ayah yang sudah kering yang ayah jemur di teras rumah. Setelah cukup, dengan membawa satu tas besar ayah keluar meninggalkan rumah.

Ingatkah kau anakku, itu yang berapa? Itu tanggal 14 Februari 2022, hari yang indah, hari kasih sayang, hari Valentine dan tahukan kau anakku tepat di tanggal itu pada dua belas tahun yang silam, 14 Februari 2010 ayahmu bertunangan dengan ibumu. Ayahmu tak menduga tepat di tanggal yang sama hanya berbeda tahun ayahmu mengalami dua hal yang bertolak belakang: mendekati dan diusir. 

Masih ayahmu ingat sore hari beberapa saat sebelum ayahmu diusir, ketika ibumu datang ke rumah sepulang kerja, ibumu membawa coklat dan membagikan kepada kamu berdua, tapi ibumu tak menawari ayah. Ayahmu memang tidak meminta, kalau soal membeli coklat ayah tentu bisa, tetapi ayahmu memang diam hanya untuk melihat apakah ada hati dari ibumu untuk memberi coklat juga kepada ayah, ternyata tak ada. 

Ayah hari ini datang ke rumah untuk mengambil barang-barang ayah. Ayah sempat tiduran di kamar tempat kamu dan ibumu tidur. Anakku,  sebenarnya ayahmu ingin kita bisa tidur berempat, kita bisa banyak bercerita sebelum kamu tidur. Ayah ingin punya kenangan manis saat engkau masih kanak-kanak menjelang tidur bersama ayah. Tapi ibumu selalu bilang kamar ini tidak cukup untuk berempat, ayah terpaksa tidur di ruang tamu. Apalagi sekarang kamu sudah sama ibumu, syah sudah tidak punya kesempatan lagi menciptakan kenangan indah kamu dengan ayah di masa kecilmu.

Corinne,  menjadi keinginan ayah sebenarnya ingin mengajarimu naik sepeda kembali. Kemarin ayah masih sempat mengajarimu naik sepeda namun karena kesibukan ayah lalu belajar naik sepeda terhenti. Sekarang ayah tak punya kesempatan lagi mengajarimu naik sepeda. Mintalah kakakmu ya untuk mengajari. Selalu rukunlah dengan kakakmu, dia adalah kakak juga temanmu dalam perjajanan hidupmu

Chaterine, jagalah adikmu. Kamu yang paling besar, sudah tahu jalan yang baik, dampingilah adikmu, ya?



Bulan Kesebelas

Anakku Chatrine dan Corinne, akhir-akhir ini engkau tak pernah menanyakan khabar ayah. Apakah engkau telah lupa pada ayahmu ini? Ayahmu yang pernah menemanimu di masa kecilmu? Maafkan ayah anakku Corinne, ayah tak sempat banyak  mengajarimu naik sepeda pada waktu itu. Sebenarnya ayah ingin sekali menemanimu tumbuh dewasa, ayah ingin kita bisa banyak bercengkerama. Masih banyak yang ingin ayah lakukan di masa kecilmu. Kita bisa bermain bersama, kita bisa saling cerita ataupun hal lain yang engkau akan suka,  tapi bagaimana lagi, ayah tak bisa. Ibumu telah mengusir ayah keluar dari rumah bahkan duplikat kunci rumah yang ayah pegang pun ibumu minta.  Itu artinya ayah sudah tak boleh lagi memasuki rumah kita.

Nak, pesan ayah, jagalah selalu dirimu. Semakin engkau dewasa, semakin banyak aneka kehidupan yang akan kau masuki. Hadapilah segalanya itu Nak dengan penuh kedewasaan. 

Untuk segala kesalahan ayah, ayah minta maaf dan sampai kapanpun ayah akan selalu cinta kalian.



Minggu, 15 Mei 2022

Darsono

Munajib memberi nasehat. 

"Kamu mencari orang yang mengetarkan hatimu jatuh cinta padamu? Coba periksa. Adakah itu? Tuhan itu memberi apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan. Apa yang kamu butuhkan? perhatian? cinta? kesetiaan? Coba kamu pikirkan dari deretan orang-orang yang mencintaimu atau kamu cintai, manakah orang yang punya hal itu? Bila ada yang kamu temukan, sayangi dia. Dia yang dipilihkan Tuhan unfukmu agar kamu merasakan bahagia."

Pikiran Darsono menelurusi perempuan-perempuan yang mengisi relung hatinya dan memang ada satu perempuan yang memiliki kriteria seperti yang disebutkan Munajib, sahabatnya.

Rokiyah, nama perempuan itu. Dia baru saja memutus hubungan dengan Toyib karena hubungannya dengan Toyib lebih karena pelampiasan saja walau dia juga mencintai. Tetapi bersama Toyib membuat dia lama-lama menjadi merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri dan meneruskan hubungan dengan Toyib akan memutus masa depan Toyib yang lebih bagus karena usia mereka terpaut jauh. Walau Toyib protes,  tidak bisa menerima kenyataan itu, tapi Rokiyah tetap teguh pada prinsip itu hanya demi kebaikan Toyib sendiri. 

Kini Rokiyah menambatkan hati pada Darsono.. Entah kenapa Rokiyah jatuh hati pada diri Darsono. Selain diri Darsono membuat Rokiyah merasa nyaman, Rokiyah mengatakan ada satu sisi dari diri Darsono yang membuat dirinya berbeda dengan pria lain yang dikenalnya. Entah, Darsono tidak tahu apa itu. Mungkin saja kepribadiannya. 

Kini Rokiyah fokus pada diri Darsono. Ia memberikan cintanya yang total pada Darsono dan ia mengatakan akan menjadikan diri Darsono sebagai titik akhir dari petualangan cintanya. 



Sabtu, 14 Mei 2022

Untuk Nda

Di pucuk nyiur itu, Nda. Pernah kau titipkan seribu doa. Usai kata amin kau lanjutkan kalimat-kalimat baru. Isinya masih sama, tentang asa berikut kalbumu yang merana. Tak lupa kau siram dan kau pupuk akar-akar nyiur itu supaya ia bertumbuh mencapai ketinggian langit.

Ketika angin laut mengembus tak seberapa kencang, kau mulai melenakan diri. Memangku kedua tangan sembari menghayalkan sebuah masa, mungkin percintaan. Kau tak ubahnya seperti pungguk di masa malam, Nda. Yang menengadah mencari terang pada purnama bulan yang tak terjangkau. Demikianlah doamu yang tinggi di pucuk nyiur lambat laun tak mampu kau periksa. Apakah ia telah sampai pada pangkuan-Nya ataukah masih bergeming di depan pintu hati kekasihmu?

Di pucuk nyiur yang tak tenang itu, Nda. kau masih mengupayakan mimpi. Siapa tahu kelak berujung pada senja yang bersebelahan dengan malam nan tenteram. Melenakan kamu pada bilik sepi yang agung. Barangkali pula menipis embun-embun yang mengaliri dua bingkai matamu.

Sleman, 14 Mei 2022
#untukNda



Rabu, 27 April 2022

Untukmu

Untukmu, orang yang selalu menemaniku dalam suka dan duka. Padamu kuucap terimakasih.

Untukmu, orang yang selalu mengkhawatirkan diriku, memastikan aku baik-baik saja. Padamu kuucap terimakasih.

Untukmu yang menginginkan kita bisa menikmati waktu yang ada dengan ngobrol bersama dalam video call, namun terkadang aku sudah tertidur. Maafkan aku. Padamu kuucap terimakasih.

Baru empat bulan bersama, kita alami dua hal besar namun kita telah bisa mengatasihya dengan baik. Padamu kuucap terimakasih.

Untukmu yang mencintaiku selalu. Padamu kuucap terimakasih.

Untukmu, orang yang menampung hatiku saat aku dibuang, menyediakan rumah hatimu untuk aku bisa beristirahat. Padamu, kuucap terimakasih 

Untukmu, orang yang berkorban bagi diriku. Padamu kuucap terimakasih.

Untukmu yang selalu merindukanku. Padamu kuucap terimakasih.

Aku sayang kamu

Minggu, 24 April 2022

Yang Kutinggalkan Dalam Hidup Ini

Apa yang ingin kutinggalkan dalam hidup ini?
Aku ingin meninggalkan ini
1. Tulisan-tulisanku yang kumuat dalam buku antologi-antologiku, itu adalah sepenggal kisah perjalanan hidupku
2. Jepretan-jepretanku. Itu adalah bagian dari aku mengabadikan moment kehidupan saat itu dalam potretn
3. Kepribadianku dalam diriku yang sesungguhnya semampuku
4. Usaha sendiri yang bisa kurintis
5. Merangkul semua orang yang pernah hadir dalam hidup pada dadaku.


Rabu, 06 April 2022

Ketika Langit Malam Terlihat Cerah

Warsito ingin menemui Dani. Rasa rindu yang teramat dalam membulatkan tekad dalam dirinya untuk ingin menemui Dani kekasihnya.

Sore itu sepulang kerja Warsito bersiap-siap akan menempuh perjalanan jauh. Setelah persiapan selesai, Warsito segera menuju sepeda motor GL Maxnya, menstaternya dan segera melajukannya menuju Jombang. Butuh waktu empat jam baginya untuk sampai ke tujuan. 

Rasa capek di perjalanan Gresik-Jombang tak ia hiraukan. Pukul delapan malam ia sampai. Ia segera menghubungi Dani, pujaan hatinya.

Sepuluh menit kemudian Dani datang dengan mengendarai sepeda motornya. Setelah berbincang sejenak, mereka memutuskan untuk mencari makan bersama. Dani tahu tempat nyaman untuk makan bersama. Sebuah depot di pertigaan jalan tak jauh dari situ.

Mereka berangkat. Warsito mengikuti saja Dani dari belakang karena Dani yang tahu tempatnya. Hari semakin malam saja. Mereka menyusuri jalan yang kanan kirinya area persawahan. Suasana gelap karena tidak ada lampu penerangan jalan. Hanya langit nampak cerah, bintang bertaburan di angkasa

"Dan, kita berhenti sebentar," Warsito membuka percakapan.

"Di tempat gelap seperti ini?" timpal Dani.

"Iya"

Warsito menghentikan sepeda motornya. Demikian juga Dani. Warsito lalu mendekati Dani.

"Aku kangen." 

"Aku juga," balas Dani.

Warsito memandang wajah Dani sejenak lalu mendekatkan wajahnya, Warsito lalu melumat bibir Dani. Dani membalas. Mereka akhirnya saling melumat bibir. Desir-desir rasa rindu bercampur gairah mulai menjalari setiap sendi tubuh.
Warsito terus melumati bibir Dani sambil tangannya mulai menyusup mencari dua buah daging yang menonjol ke depan. Setelah ketemu ia mulai meremas-remas, memelintir puting susunya. Ia tergerak untuk membuka kaosnya dan melepas bra nya. Nampak susunya yang montok besar menggugah gairah. Warsito segera melumati kedua susu yang besar itu dengan lahapnya.

"Ohhhh" Dani mengerang merasakan kenikmatan. 

Suara erangan Dani membuat Warsito tambah bergairah. Ia kembali melumati bibir, menciumi leher sambil tangannya bergerilya kesana kemari sampai menyentuh area basah yang ditumbuhi banyak rambut.

Malam semakin sunyi saja. Binatang malam seakan engan mengeluarkan suaranya, seperti terpana dengan dua sejoli yang sedang memadu cinta itu. 

Permainan cinta selesai. Rasa kangen dan gairah telah terobati. Langit malam masih nampak terang. Bintang-bintang masih berkelap kelip memancarkan cahaya terang, seakan merestui kedua insan itu mengungkap cinta. 

"Ayo sayang kita lanjutkan perjalanan, kita makan." ajak Warsito kemudian

"Iya sayang,"

Setelah sampai ke depot yang mereka tuju, mereka segera memesan makanan dan makan. Ada kehangatan ketika mereka duduk berdekatan.

Setengah jam mereka makan lalu mereka memutuskan pulang. Butuh waktu dua puluh menit untuk sampai rumah. Mereka pulang. Sebentar lagi mereka sampai. 

"Sayang," kata Dani 

Mereka menghentikan laju kendaraan.
Dani mendekat,  melumat bibir Warsito dengan mesra, memberi kecupan di leher.

"Sudah, diantar sampai sini saja. Hati-hati ya sayang dalam perjalanan."

"Oke, kamu juga ya"

Warsito mencium kening Dani dan sekali lagi ia tergerak untuk melumat bibir Dani. Kehangatannya masih terasa sama. 

"Aku pulang ya,"  Warsito berpamitan

"Hati-hati"

Warsito pulang, demikian juga Dani. Langit malam masih tampak cerah. Warsito pulang dengan membawa kenangan indah.










Minggu, 27 Maret 2022

Doa Terkabul

Ini doaku yang kedua, dikabulkan Tuhan.
Seorang wanita cantik, salah satu dari lima wanita yang dipilih management Multibeauty untuk menunjukkan produk terbaru dari Muntibeauty, menarik perhatianku.
Wajahnya cantik, gayanya saat catwalk dan dipanggung menambah pesonanya. Sungguh aku terpesona.
Sesi pengenalan berakhir dan acara terus dilanjutkan hingga selesai, namun kehadirannya terus mengusik benakku. Dia duduk di samping kiri belakangku. Hingga acara bubarpun, aku terus berusaha untuk bisa foto bersama. 
Ini acara gebyar multibeauty di Hotel Lotus Garden Kediri, Minggu, 27 Maret 2022. Acara seperti ini jarang-jarang. Kalau aku tidak bisa potret dengan dia hari ini, belum tentu aku akan bertemu dengannya lagi. Pakaiannya yang sederhana namun elegan menambah daya tariknya. Aku tidak mau kehilangan moment itu 
Kuingat Tuhan lalu berdoa: "Tuhan, ijinkan aku untuk berfoto bersama dia." 
Kesempatan datang. Dia berjalan di sampingku. Aku memberanikan diri bertanya: " mbak, mbak"
Pada panggilan kedua, dia menoleh.
"Iya," jawabnya
"Bolehkah minta foto?"
"Oh, iya," katanya dengan senyum manis mengembang.
Dan ...tara...jadilah foto di atas itu.
Terimakasih Tuhan, ini kali kedua Engkau mengabulkan doaku untuk bisa mengenal seseorang yang baru kupandang.
Terimakasih kuhaturkan.

Kediri, 27 Maret 2022


Rabu, 02 Maret 2022

Percakapan Batin Di Malam Hari

* Suatu hari ketika anak sudah besar
Anak: "Aku ingin mencari papi."
Papi: "Carilah Nak bila kamu ingin mencari papi."

* Istri: "Aku telah memisahkan anak-anak dengan ayahnya."
Suami: "memang."

* Dalam rekreasi bersama satu keluarga
Suami melihat istri marah-marah kepada anak.
Suami hanya tersenyum sambil berpikir kepada istri sebagai orang yang tak bisa menguasai diri.
Anak-anak datang kepada ayahnya.
Ayah: "Sini, Nak?"
Dan ada kedamaian di sana.

* Ayah: "Anak-anakku, sebenarnya aku rindu kamu Nak, tapi bagaimana lagi, ibumu mengusirku." 

* Ayah: "Sebenarnya tak ada bayangan ayah akan memberimu kehidupan seperti ini Nak, kehidupan tanpa ayah di sisimu, tapi bagaimana lagi ini, ibumu mengusirku."

* Ketika suatu saat anak datang
Ayah: "Kamu sudah besar Nak, maaf ayah tidak bisa menemani pertumbuhanmu."

* Ketika suatu saat anak datang
Anak: "Papi, aku perlu uang."
Ayah: "Ini Nak, pakaialah untuk kebutuhanmu."

* Suami: "Usiranmu tidak hanya berdampak pada aku, tapi juga pada ibuku yang menyayangi aku, anaknya, sejak kecil, menjadi beban pikirannya." 

* Suami: Engkau telah merampas kenangan anak-anak di masa kecilnya bersama ayahnya dan merampas kenangan ayahnya bersama anak-anaknya di masa kecilnya.












SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...