Baiklah, aku akan bertahan
Dari mimpi tuk melihatmu di celah langit
Aku akan diam menepi ditengah sunyi yang mengikis perlahan asaku
Baiklah, akan kutentang rindu yang mencoba bersemayam
Aku akan berlagak seperti orang bernafas dalam ruang tanpa udara
Maafkan, sayang
Jika jalan yang kulalui 'kan tersembunyi dari pandangan matamu
Jika nada yang kulagukan hanya dapat kau dengar melalui bisikan bayu
Suatu ketika mungkin sang dewa cinta dapat mendengarnya juga
Lalu menghantarkan tanganmu untuk kugapai
Baiklah, akan kukenang hadirmu lewat sepotong sajak
Aku akan tertunduk, sambil menabur pilu pada jejak langkahku
Dan menata puing-puing doa diatas segala luka
#kepadamalaikatku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA
Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...
-
ACIES 2025 baru saja usai. Namun kemeriahan acara ACIES masih saja membekas. Menyanyi, berjoget bersama, makan bersama, bercengkerama...
-
Aku mempunyai banyak angan-angan dan kerinduan 1. Aku ingin mempunyai gallery seni yang di dalamnya ada cafe dan bookstore Gal...
-
Sekarang ini aku benar-benar mengalami kesulitan ekonomi. Gaji dari kantor tidak cukup, pinjaman banyak, aku harus berpiki...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar