Senin, 27 Mei 2019

Yoyun Ketiban Rejeki (Warsito & Genoveva Dian)

Sejak hatinya kepincut Asih, janda kembang yang tinggal di kampung sebelah, Yoyun, seorang staff di kantor perusahaan tekstil terkemuka di kotanya, berubah menjadi sosok yang ceria dan riang. Hari-harinya penuh warna-warni cinta. Gayanya yang dulu sederhana dan apa adanya sekarang menjadi semakin gaul saja. Kemana-mana menenteng handphone dengan headset warna putih yang senantiasa menghiasi telinganya.

Siang itu, Asih, sang gebetan mengajak Yoyun berinteraksi melalui video call. Wajah Yoyun yang melankolis spontan sumringah. Tak sabar ditunggunya jam bergerak ke angka duabelas, karena itu waktu istirahat kantor. Dicarinya tempat yang strategis untuk mencumbu rayu pujaan hatinya itu meski hanya lewat telepon. Setelah dirasa aman, direbahkannya tubuhnya senyaman mungkin, kemudian mulai beraksi.

Sedang enak-enaknya menggombal di udara, tertawa-tawa dan mengobral puisi, tiba-tiba seorang pembeli barang-barang bekas kantor yang biasa ia hubungi untuk mengambil barang-barang bekas menghampirinya. Tanpa berkata sepatah katapun, orang itu menyelipkan sesuatu ke dalam kantong celananya lalu segera pergi. Yoyun yang heran dan penasaran segera merogoh kantong celananya. Ternyata ada terselip di situ selembar uang dua puluh ribu rupiah sebagai tanda ucapan terimakasih. Yoyun tersenyum di wajahnya yang melas. Tak apalah dikira orang gila juga, tertawa-tawa sendiri, yang penting dapat rejeki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...