Dhyana Pura, sebuah kampus di desa Dalung, Badung, Bali. Mahasiswinya cantik-cantik. Aku melihatnya saat jalan-jalan di depan kampusnya. Kulihat ada warung sederhana di dekat kampus. Aku melangkahkan kakiku ke sana.
"Bu, kopi hitam, " pintaku.
"Ya nak," kata ibu pemilik warung itu. Di meja juga ada aneka gorengan. Aku mengambil ketela goreng kesukaanku.
Hmm enak, batinku.
Angin berhembus segar menerpa kulitku. Dalung, desa yang indah. Aku menikmatinya. Ini hari kedua aku berada di desa Dalung dalam rangka tugas kerja. Hari kedua setelah makan siang aku gunakan untuk keluar jalan-jalan di sekitar tempat kerjaku.
Kuseruput kopi di cangkir yang sudah mulai dingin.
Pikiranku menerawang jauh di sana. Pada gadis cantik di Salatiga, Santi.
Santi, mengapa kamu belum juga membalas cintaku ? Ada rasa gundah di dalam dada. Hatinya masih bertanya.
Kampus Dhyana Pura nampak anggun, seanggun para mahasiswinya. Keanggunan itu sedikit menghapus kegundahan di dalam hatiku.
"Berapa bu ?" kataku kepada ibu itu
"lima ribu nak, " katanya
Aku mengeluarkan uang lima ribu rupiah dari dalam dompetku dan memberikannya kepada ibu itu.
Aku kembali ke tempat penginapanku. Kulewati kampus Dhyana Pura dengan ketenangan hati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar