Jumat, 11 Agustus 2017

Mazmur 98



Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang:
Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku:
GadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku:
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak: pialaku penuh berlimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku:
Dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...