Selasa, 22 Agustus 2017

Lagu : Biara Suci



       Dahulu ketika aku masih di Seminari Menengah Garum Blitar, sore sekitar jam 17.00 kita akan ke kapel Seminari untuk mendaraskan ibadat sore dari buku brevir. Setelah doa selesai akan dilanjutkan dengan renungan yang dipandu oleh teman-teman yang bertugas dengan pertanyaan-pertanyaan refleksi yang intinya adalah untuk merenungkan diri sendiri. Saat merenung kadang diputar sebuah lagu. Aku selalu senang dan bersyukur manakala diputarkan lagu dengan judul biara suci. Terkadang aku merindukan lagu itu diputar. Pada waktu itu hp rasanya belum ada karena tak pernah kujumpai orang mempunyai hp. Kalau aku punya hp pasti lagu itu aku rekam. Mungkin lagu itu diputar dari kaset karena cd juga belum marak pada waktu itu. Aku hanya merindukan lagu itu diputar dan bila lagu itu diputar aku senang sekali.
       Aku tidak tahu siapa pencipta lagu itu, tapi yang jelas lagu itu mengisahkan seorang yang pernah tinggal di biara. Aku tinggal di Seminari Menengah aku anggap juga tinggal di biara. Jadi lagu itu rasanya cocok untuk direnungkan. Sampai sekarang aku tidak tahu dimana lagu itu bisa di download. Tapi di blog ini aku akan menulis lagu itu sejauh aku inggat syairnya. Semoga benar tidak salah. Bila ada di antara pembaca tahu dimana lagu ini bisa didapatkan saya akan bersyukur sekali. Aku tulis lagu ini, lagu yang membuat aku juga bersyukur bahwa aku pernah tinggal di biara.

Dalam lamunan hidupku ini
Aku ingat biara suci
Dan takkan mungkin kembali lagi
Aku hidup membiara

Di sebuah biara suci istana yang syahdu
Yang pernah aku diami kala cintaku memadu

Kini aku sadari cintaku pada mamaku
Kini aku tinggalkan engkau yang kusayang

Di sebuah biara suci istana yang syahdu
Yang pernah aku diami kala cintaku memadu sayang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...