Jumat, 25 Agustus 2017

Rohani : Bunda Maria


       Dahulu ketika aku masih berada di Kediri aku sering pergi ke Puhsarang manakala hatiku gundah gulana. Walaupun hari sudah sore aku tetap pergi ke sana dengan mengendarai sepeda motor GL Maxku. Di sana aku memandang Bunda Maria dan membayangkan diri bersimpuh di pangkuannya. Bunda Maria membelai rambutku selaku seorang anak dan ia mengerti kegundahan hatiku. Aku merasakan akan ketenteraman hati di situ. Bunda Maria kupandang sebagai ibuku
      Kini aku sudah jarang ke Puhsarang. Tetapi aku merasa Bunda Maria tetap sama seperti dahulu. Dan tetap kurasakan pertolongannya sampai sekarang atas doa doaku dari tempatku sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...