1. Menangkap sesuatu yang tersirat dengan mengeksekusinya dalam cerita yang mahal
2. Tidak pernah menolak diajak berbicara karena dari situ ia bisa memperoleh bahan tulisan
3. Kemana-mana membawa pena dan kertas/gadget untuk menulis ide yang tiba-tiba muncul
4. Menyelami karya tulisan orang lain untuk mempelajari bagaimana orang lain menggambarkan situasi dalam cerita
5. Menyelami puisi-puisi untuk memahami bagaimana sesuatu di kiaskan
6. Memiliki kematangan rohani agar bisa menyampaikan kisah secara mendalam
7. Melihat foto yang ada lalu berimaginasi
Sabtu, 29 Juni 2019
CINTAMU (Genoveva Dian)
Seperti riak air di sungai yang deras
Begitu kau menempatkan cintamu padaku
Beribu curiga dan cemburu kau labuhkan di sana
Hanya untuk menahan hatiku yang berlarian ke sana kemari
Segala mimpi dan asa kau sematkan di atas ranting pohon yang meliuk diterpa angin
Di atas arus deras yang kau percayakan itu
Kekasih, masih mungkinkah aku berlari lagi?
Jika sampanku t'lah tertambat di antara bebatuan
Yang kokohnya menandai gairahmu
Aku akan diam di sini
Menanti hanya uluran tanganmu
Sebab hanya kau yang mengerti
Cara menenangkan badainya
Begitu kau menempatkan cintamu padaku
Beribu curiga dan cemburu kau labuhkan di sana
Hanya untuk menahan hatiku yang berlarian ke sana kemari
Segala mimpi dan asa kau sematkan di atas ranting pohon yang meliuk diterpa angin
Di atas arus deras yang kau percayakan itu
Kekasih, masih mungkinkah aku berlari lagi?
Jika sampanku t'lah tertambat di antara bebatuan
Yang kokohnya menandai gairahmu
Aku akan diam di sini
Menanti hanya uluran tanganmu
Sebab hanya kau yang mengerti
Cara menenangkan badainya
Kamis, 27 Juni 2019
TENANGLAH
Bila kau merasa berada di persimpangan jalan, sayang
Tak perlu kau resah
Karena ku tak memintamu tuk memilih
Jalani harimu bersamanya
Ku tetap berada di sini saat kau perlukan
Tak perlu kau resah
Karena ku tak memintamu tuk memilih
Jalani harimu bersamanya
Ku tetap berada di sini saat kau perlukan
Rabu, 26 Juni 2019
SURAT CINTA UNTUK ISTRIKU
Istriku
Lihatlah
Lumbung kita masih kosong
Masih banyak bekal yang harus kita siapkan
Bukankah kita ingin mendaki gunung
Untuk melihat luasnya dunia ?
Istriku
Ayo kita bekerja
Masih banyak mimpi yang belum kita raih
Masih banyak kerinduan yang belum menjadi kenyataan
Bukankah kita ingin menggapai itu semua
Agar kita bisa melihat warna dunia ?
Istriku
Yuk kita bersama
Membanting tulang dan bekerja
Kita singkirkan dahulu rasa kantuk
Kita usir dulu rasa lelah
Demi tercapainya mimpi kita berdua
Mimpimu mimpiku
Tanganmu tanganku
Hatimu hatiku
Kita ini tlah sehati dalam cita
Lihatlah
Lumbung kita masih kosong
Masih banyak bekal yang harus kita siapkan
Bukankah kita ingin mendaki gunung
Untuk melihat luasnya dunia ?
Istriku
Ayo kita bekerja
Masih banyak mimpi yang belum kita raih
Masih banyak kerinduan yang belum menjadi kenyataan
Bukankah kita ingin menggapai itu semua
Agar kita bisa melihat warna dunia ?
Istriku
Yuk kita bersama
Membanting tulang dan bekerja
Kita singkirkan dahulu rasa kantuk
Kita usir dulu rasa lelah
Demi tercapainya mimpi kita berdua
Mimpimu mimpiku
Tanganmu tanganku
Hatimu hatiku
Kita ini tlah sehati dalam cita
SURAT CINTA UNTUK SUAMIKU (Genoveva Dian)
Setiap detik yang menjadi doa
Untukmu kutujukan, Suamiku
Agar tenang kau berjalan
Mencipta karya demi kita
Sepanjang waktu kuselip kalimat cinta
Untukmu, Suamiku
Agar ceria kau jalani
Hidup ini
Senyummu adalah bahagiaku
Dimana akan kulabuhkan segala pengharapanku
Suamiku, berhati-hatilah
Di depan sana sang angkara siap menerjang
Aku mau kau tetap tenang
Dan santun dalam melaluinya
Untukmu kutujukan, Suamiku
Agar tenang kau berjalan
Mencipta karya demi kita
Sepanjang waktu kuselip kalimat cinta
Untukmu, Suamiku
Agar ceria kau jalani
Hidup ini
Senyummu adalah bahagiaku
Dimana akan kulabuhkan segala pengharapanku
Suamiku, berhati-hatilah
Di depan sana sang angkara siap menerjang
Aku mau kau tetap tenang
Dan santun dalam melaluinya
Selasa, 25 Juni 2019
DIAMLAH (Genoveva Dian)
Diam...
Diamlah
Jangan kau bicara lagi, kekasihku
Biarkan kusentuh lembut rambutmu
Lalu kusematkan seuntai cinta pada helainya
Kumohon, diamlah saja begitu
Tak usah berkata-kata lagi
Biarkan aku yang meraba halus rindu yang kau susun di hatimu
Dan akan kuperdengarkan padamu
Permohonan rasaku
Diam...
Diamlah
Duhai kau, kekasih hatiku
Kar'na aku yang akan bicara
Tentang cintaku padamu
Diamlah
Jangan kau bicara lagi, kekasihku
Biarkan kusentuh lembut rambutmu
Lalu kusematkan seuntai cinta pada helainya
Kumohon, diamlah saja begitu
Tak usah berkata-kata lagi
Biarkan aku yang meraba halus rindu yang kau susun di hatimu
Dan akan kuperdengarkan padamu
Permohonan rasaku
Diam...
Diamlah
Duhai kau, kekasih hatiku
Kar'na aku yang akan bicara
Tentang cintaku padamu
Sabtu, 22 Juni 2019
RINDU (Genoveva Dian)
Mengingat tatap teduhmu ketika kulepaskan kancing di kemeja birumu
Mungkin ini bernama rindu, yang entah kapan mulai menyiksa dengan pilu
Sleman, 220619
#pdb_gens
Mungkin ini bernama rindu, yang entah kapan mulai menyiksa dengan pilu
Sleman, 220619
#pdb_gens
Kamis, 20 Juni 2019
MALAIKAT DI HATIKU (Genoveva Dian)
Ada seorang malaikat di hatiku.
Dia tetap berdiri meski jatuh berulang kali
Meski perih ribuan belati menghujam tubuhnya
Melukai sayapnya
Namun malaikatku tetap berusaha hidup dan melindungiku
Malaikat di hatiku berwajah sendu dan teduh
Yang tak pernah menuntut apapun
Malaikat di hatiku hanya bisa mencintai
Tanpa bisa membenci
Sleman, 190619
#inikaumalaikatdihatiku
Dia tetap berdiri meski jatuh berulang kali
Meski perih ribuan belati menghujam tubuhnya
Melukai sayapnya
Namun malaikatku tetap berusaha hidup dan melindungiku
Malaikat di hatiku berwajah sendu dan teduh
Yang tak pernah menuntut apapun
Malaikat di hatiku hanya bisa mencintai
Tanpa bisa membenci
Sleman, 190619
#inikaumalaikatdihatiku
LAGU SEDARI
Tompi
Hatiku berharap mungkin engkau kan berubah
Bisa mencintai aku seperti hatiku padamu
Hujan badai kan ku tempuh
Bintang di langit kan kuraih
Bila harus ku kan merayu
Untuk cintamu bagiku
Cintamu tlah menjadi candu
Cintamu tlah membuat ku membisu
Cintamu oh seindah lagu
Membuatku tak bisa berpaling darimu
Kau adalah belahan jiwa
Ku tahu itu sayang sedari dulu
Kau cinta yang hembuskan aku
Surga dunia di sepanjang nafasku
Kau adalah belahan jiwa
Aku cinta kamu sedari dulu
Dan aku takkan berpaling darimu sayangku
Hanya kamu
Cintaku tlah berlabuh
Berhenti selamanya di hatimu
Takkan ku kayuh menjauh
Biar ku rapatkan cintaku padamu
Cintamu tlah menjadi candu
Cintamu tlah membuatku membisu
Cintamu oh seindah lagu
Hanya dirimu satu oh cintaku
Kau adalah belahan jiwa
Kutahu itu sayang sedari dulu
Kau cinta yang hembuskan aku
Surga dunia di sepanjang nafasku
Kau adalah belahan jiwa
Aku cinta kamu sedari dulu
Dan aku takkan berpaling darimu
Kau adalah belahan jiwa
Kau adalah belahan jiwa
Kau adalah belahan jiwa
Kau adalah belahan jiwa
Kau adalah belahan jiwa
Kutahu itu sayang sedari dulu
Dan aku takkan berpaling darimu
Kau adalah belahan jiwa
Kutahu itu sayang sedari dulu
Kau cinta yang hembuskan aku
Surga dunia di sepanjang nafasku
Kau adalah belahan jiwa
Aku cinta kamu sedari dulu
Dan aku takkan berpaling darimu
Hanya kamu
Hatiku berharap mungkin engkau kan berubah
Bisa mencintai aku seperti hatiku padamu
Hujan badai kan ku tempuh
Bintang di langit kan kuraih
Bila harus ku kan merayu
Untuk cintamu bagiku
Cintamu tlah menjadi candu
Cintamu tlah membuat ku membisu
Cintamu oh seindah lagu
Membuatku tak bisa berpaling darimu
Kau adalah belahan jiwa
Ku tahu itu sayang sedari dulu
Kau cinta yang hembuskan aku
Surga dunia di sepanjang nafasku
Kau adalah belahan jiwa
Aku cinta kamu sedari dulu
Dan aku takkan berpaling darimu sayangku
Hanya kamu
Cintaku tlah berlabuh
Berhenti selamanya di hatimu
Takkan ku kayuh menjauh
Biar ku rapatkan cintaku padamu
Cintamu tlah menjadi candu
Cintamu tlah membuatku membisu
Cintamu oh seindah lagu
Hanya dirimu satu oh cintaku
Kau adalah belahan jiwa
Kutahu itu sayang sedari dulu
Kau cinta yang hembuskan aku
Surga dunia di sepanjang nafasku
Kau adalah belahan jiwa
Aku cinta kamu sedari dulu
Dan aku takkan berpaling darimu
Kau adalah belahan jiwa
Kau adalah belahan jiwa
Kau adalah belahan jiwa
Kau adalah belahan jiwa
Kau adalah belahan jiwa
Kutahu itu sayang sedari dulu
Dan aku takkan berpaling darimu
Kau adalah belahan jiwa
Kutahu itu sayang sedari dulu
Kau cinta yang hembuskan aku
Surga dunia di sepanjang nafasku
Kau adalah belahan jiwa
Aku cinta kamu sedari dulu
Dan aku takkan berpaling darimu
Hanya kamu
RINDU
Bram : "Hai, jangan bengong saja. Kamu kenapa ?"
Raka : "Lagi mikir seseorang. Kok tidak kontak aku ya ?"
Bram : "Memangnya kenapa ?"
Raka : "Aku rindu. Rasanya pikiranku terus tertuju padanya. Dia rindu padaku gak ya ?"
Bram : "Ya gak tahu lah. Memangnya kenapa ?"
Raka : "Karena ada orang lain juga di hatinya "
Bram : "Ooo.. "
Raka : "Lagi mikir seseorang. Kok tidak kontak aku ya ?"
Bram : "Memangnya kenapa ?"
Raka : "Aku rindu. Rasanya pikiranku terus tertuju padanya. Dia rindu padaku gak ya ?"
Bram : "Ya gak tahu lah. Memangnya kenapa ?"
Raka : "Karena ada orang lain juga di hatinya "
Bram : "Ooo.. "
DIRIMU KEKASIH
Kan kuabadikan sebuah pertemuan denganmu hai kekasih ketika doa yang kuhunjuk dikabulkan, ketika air mata harapan tlah didengarkan
Ah kekasih, kedatanganmu padaku bagai mentari di pagi itu
Yang membawa keceriaan dan syukur dalam hatiku
Pelukmu yang hangat dan rasa sayang yang kau nyatakan tlah buktikan kedalaman cintamu padaku
Tak pernah bosan-bosannya ku memandang wajahmu kala itu
Wajahmu yang cantik dan meneduhkan
Kurangkul pundakmu hai kekasih agar tetaplah kau di sini, bersamaku
Kugandeng tanganmu saat kita berjalan agar kita tak terpisah
Kugenggam telapak tanganmu tuk kubisikkan ke dalam telingamu aku di sini ada untukmu
Sejak saat itu kekasih, janganlah kau ragu akan cintaku
Sbab kau tlah abadi di sini, di dalam hatiku.
Kekasih hati, kuajak kau tuk bergandengan tangan arungi suka dukanya hidup ini
Menatap masa depan dengan penuh harapan dan keyakinan, bahwa kita bisa
Kekasih hati, cintailah aku
Kelak bila usia tlah merapuhkan tulang-tulangku aku akan bangga tlah boleh mencintaimu dan kau cintai
Dan bila aku harus pergi menghadap Sang Empunya Kehidupan, aku akan mendekap cintamu sebagai selimut kepergianku
Sby 15062019
Ah kekasih, kedatanganmu padaku bagai mentari di pagi itu
Yang membawa keceriaan dan syukur dalam hatiku
Pelukmu yang hangat dan rasa sayang yang kau nyatakan tlah buktikan kedalaman cintamu padaku
Tak pernah bosan-bosannya ku memandang wajahmu kala itu
Wajahmu yang cantik dan meneduhkan
Kurangkul pundakmu hai kekasih agar tetaplah kau di sini, bersamaku
Kugandeng tanganmu saat kita berjalan agar kita tak terpisah
Kugenggam telapak tanganmu tuk kubisikkan ke dalam telingamu aku di sini ada untukmu
Sejak saat itu kekasih, janganlah kau ragu akan cintaku
Sbab kau tlah abadi di sini, di dalam hatiku.
Kekasih hati, kuajak kau tuk bergandengan tangan arungi suka dukanya hidup ini
Menatap masa depan dengan penuh harapan dan keyakinan, bahwa kita bisa
Kekasih hati, cintailah aku
Kelak bila usia tlah merapuhkan tulang-tulangku aku akan bangga tlah boleh mencintaimu dan kau cintai
Dan bila aku harus pergi menghadap Sang Empunya Kehidupan, aku akan mendekap cintamu sebagai selimut kepergianku
Sby 15062019
LAGU ADE PROJECT POP
Lirik lagu Project Pop : Ade
Adekku sayang, ijinkanlah kupegang
Agar kujadi kuat, untuk mengatakan
Bahwa adekku sayang, jangan dulu dijawab
Karna tak mudah, tuk katakan ini
Reff:
Bahwa kaulah seorang
Malaikat di hatiku
Kau buat hidupku jadi indah
Untuk kujalani
Adekku sayang, jangan dulu di jawab
Biarkanlah dulu aku habiskan
Tentangmu yang manis, jangan dulu dijawab
Karna kuingin kau mengerti
Kembali ke Reff
Tingginya kuterbang
Ge-er dan kusenang
Kuingin lagi
Kau puji kasihku
Kembali ke Reff
Seorang malaikat di hatiku
Kau buat hidupku jadi indah
Untuk kujalani untuk kujalani
Untuk kujalani
Adekku sayang, ijinkanlah kupegang
Agar kujadi kuat, untuk mengatakan
Bahwa adekku sayang, jangan dulu dijawab
Karna tak mudah, tuk katakan ini
Reff:
Bahwa kaulah seorang
Malaikat di hatiku
Kau buat hidupku jadi indah
Untuk kujalani
Adekku sayang, jangan dulu di jawab
Biarkanlah dulu aku habiskan
Tentangmu yang manis, jangan dulu dijawab
Karna kuingin kau mengerti
Kembali ke Reff
Tingginya kuterbang
Ge-er dan kusenang
Kuingin lagi
Kau puji kasihku
Kembali ke Reff
Seorang malaikat di hatiku
Kau buat hidupku jadi indah
Untuk kujalani untuk kujalani
Untuk kujalani
MENCINTAI SECARA SEDERHANA
Aku ingin mencintaimu secara sederhana
Tidak pencemburu, juga tidak penuntut
Membiarkanmu tumbuh kemanapun arahnya
Menemanimu saat kau perlukan, memelukmu saat kau menangis
Aku ingin mencintaimu secara sederhana saja
Akan kuucap hanya hal-hal yang indah
Akan kurasakan sapaan sapaanmu yang indah
Akan kurasakan detak jatungmu yang kau tujukan buat aku
Aku ingin mencintaimu secara sederhana saja
Akan kusebut namamu dalam doa-doa malamku
Akan kuletakan cinta kita di hadapan Sang Empunya Cinta
Biar Ia yang meluruskan saat kita salah
Aku ingin mencintaimu secara sederhana
Karena aku hanya ingin menikmati saja indahnya cinta
Tidak pencemburu, juga tidak penuntut
Membiarkanmu tumbuh kemanapun arahnya
Menemanimu saat kau perlukan, memelukmu saat kau menangis
Aku ingin mencintaimu secara sederhana saja
Akan kuucap hanya hal-hal yang indah
Akan kurasakan sapaan sapaanmu yang indah
Akan kurasakan detak jatungmu yang kau tujukan buat aku
Aku ingin mencintaimu secara sederhana saja
Akan kusebut namamu dalam doa-doa malamku
Akan kuletakan cinta kita di hadapan Sang Empunya Cinta
Biar Ia yang meluruskan saat kita salah
Aku ingin mencintaimu secara sederhana
Karena aku hanya ingin menikmati saja indahnya cinta
TERIMA KASIH
Terima Kasih
Hari ini menjadi hari yang bersejarah bagiku. Hari dimana aku boleh memanggilmu dengan panggilan kedekatan. Panggilan yang sudah lama ingin kuucap tetapi ragu-ragu untuk kunyatakan. Panggilan yang selama ini aku bagai bermain layang-layang. Kadang menarik benang agar layang-layang itu bisa terbang membumbung tinggi. Kadang mengulurkan benang agar layang-layang itu bisa terbang semakin jauh. Itulah diriku. Kadang aku menarik keinginanku, tak jadi mengucapkan panggilan itu karena panggilan itu bukan milikku, milik orang lain. Tetapi terkadang aku menyatakannya juga karena gelora rasa ini begitu besar dan ingin sekali aku mengucapkannya
Bila hari ini kamu mengijinkan aku untuk memakainya, aku berterima kasih padamu, sangat berterimakasih. Akan kuabadikan hari ini sebagai hari yang terindah dan bersejarah dalam hidupku.
"jadi aku boleh memanggilmu dengan sayang ya ?" kataku padamu pada pagi hari tadi.
"Boleeeeeeeeeeeh," jawabmu.
Ah...lega rasanya. Aku akan pakai itu, sayangku.
Sby 08062019
Hari ini menjadi hari yang bersejarah bagiku. Hari dimana aku boleh memanggilmu dengan panggilan kedekatan. Panggilan yang sudah lama ingin kuucap tetapi ragu-ragu untuk kunyatakan. Panggilan yang selama ini aku bagai bermain layang-layang. Kadang menarik benang agar layang-layang itu bisa terbang membumbung tinggi. Kadang mengulurkan benang agar layang-layang itu bisa terbang semakin jauh. Itulah diriku. Kadang aku menarik keinginanku, tak jadi mengucapkan panggilan itu karena panggilan itu bukan milikku, milik orang lain. Tetapi terkadang aku menyatakannya juga karena gelora rasa ini begitu besar dan ingin sekali aku mengucapkannya
Bila hari ini kamu mengijinkan aku untuk memakainya, aku berterima kasih padamu, sangat berterimakasih. Akan kuabadikan hari ini sebagai hari yang terindah dan bersejarah dalam hidupku.
"jadi aku boleh memanggilmu dengan sayang ya ?" kataku padamu pada pagi hari tadi.
"Boleeeeeeeeeeeh," jawabmu.
Ah...lega rasanya. Aku akan pakai itu, sayangku.
Sby 08062019
AKU TAK INGIN KEHILANGANMU
Jam pada arlojiku sudah menunjukkan angka dua dini hari namun mata ini belum juga mau kupejamkan, tak tahu mengapa. Mungkin perasaan sedih, cemburu dan rasa bersalah bercampur menjadi satu, berkecamuk di dalam hatiku.
Walau hanya dalam kehadiran batin dan kata-kata, bisa menemanimu dari sore hari sampai dini hari ini rasanya sudah senang. Saat kita bisa berbicara dengan lancar rasanya kita seperti sedang duduk berdua di teras depan rumah berbicara apa saja sambil merasakan semilirnya angin dan menikmati indahnya langit sore
Sempat aku khawatir dan takut saat di sela-sela percakapan kita, kamu merasa down karena kejujuranku akan suatu hal.
"Seperti orang jatuh dari ketinggian," demikian kamu menggambarkan dirimu mendengar pernyataanku.
"Seperti ada orang yang berjalan kaki, tiba tiba di depannya ada sesuatu sehingga orang itu ciut nyalinya lalu hilang semangatnya untuk terus berjalan," demkian kamu menjelaskannya lagi.
Aku takut kalau-kalau rasa yang ada di dalam hatimu hilang lalu hubungan kita akan memburuk dan berakhir. Untunglah setelah aku memberi perbandingan padamu, kamu bisa memahami dan mengerti lalu hatimu pun pulih kembali.
Karena itu ingin kukatakan padamu hai wanita yang ada di dalam hatiku : "aku menyayangimu, tetap tinggallah di dalam hatiku, aku tidak ingin kehilanganmu."
Walau hanya dalam kehadiran batin dan kata-kata, bisa menemanimu dari sore hari sampai dini hari ini rasanya sudah senang. Saat kita bisa berbicara dengan lancar rasanya kita seperti sedang duduk berdua di teras depan rumah berbicara apa saja sambil merasakan semilirnya angin dan menikmati indahnya langit sore
Sempat aku khawatir dan takut saat di sela-sela percakapan kita, kamu merasa down karena kejujuranku akan suatu hal.
"Seperti orang jatuh dari ketinggian," demikian kamu menggambarkan dirimu mendengar pernyataanku.
"Seperti ada orang yang berjalan kaki, tiba tiba di depannya ada sesuatu sehingga orang itu ciut nyalinya lalu hilang semangatnya untuk terus berjalan," demkian kamu menjelaskannya lagi.
Aku takut kalau-kalau rasa yang ada di dalam hatimu hilang lalu hubungan kita akan memburuk dan berakhir. Untunglah setelah aku memberi perbandingan padamu, kamu bisa memahami dan mengerti lalu hatimu pun pulih kembali.
Karena itu ingin kukatakan padamu hai wanita yang ada di dalam hatiku : "aku menyayangimu, tetap tinggallah di dalam hatiku, aku tidak ingin kehilanganmu."
AKU YANG SEDERHANA (Genoveva Dian)
Yang memiliki hati penuh dendam
Dendam 'kan rindu penuh gairah
Yang mencinta tanpa harapan tuk menggapai
Aku yang tak ingin kau tempatkan di sudut paling nyaman hatimu
Meski ku menyukainya
Yang melepaskan busur panah penuh bara namun tak terlihat oleh matamu yang berkabut
Aku, sederhana saja mencintaimu
Cukup kudaraskan kalimat doa di penghujung malam-malamku yang kelabu
Demikian telah kuucapkan janjiku
Tanpa memohon kau 'tuk tinggal tetap di sini
Bersamaku selamanya
#kepadamalaikatdihatiku
Dendam 'kan rindu penuh gairah
Yang mencinta tanpa harapan tuk menggapai
Aku yang tak ingin kau tempatkan di sudut paling nyaman hatimu
Meski ku menyukainya
Yang melepaskan busur panah penuh bara namun tak terlihat oleh matamu yang berkabut
Aku, sederhana saja mencintaimu
Cukup kudaraskan kalimat doa di penghujung malam-malamku yang kelabu
Demikian telah kuucapkan janjiku
Tanpa memohon kau 'tuk tinggal tetap di sini
Bersamaku selamanya
#kepadamalaikatdihatiku
Senin, 17 Juni 2019
BUAT ISTRIKU
Tak akan pernah lagi aku berbicara denganmu karena kejengkelan-kejengkelanku
Entah apapun yang kau katakan, aku tak akan pernah dengar lagi
Mulai sekarang aku akan memikirkan diriku sendiri
Mulai sekarang aku akan memikirkan mimpi-mimpiku sendiri
Tetapi maaf, bila aku mencapai mimpi-mimpiku itu
Itu bukan untuk dirimu
Namun untuk diriku sendiri dan orang-orang yang aku sayangi
Maaf
Maaf
Ini kulakukan karena engkau tak pernah bisa memahami aku
Aku yang harus kau cintai dengan segenap hatimu
Bukan kau salahkan setiap hari
17062019
Entah apapun yang kau katakan, aku tak akan pernah dengar lagi
Mulai sekarang aku akan memikirkan diriku sendiri
Mulai sekarang aku akan memikirkan mimpi-mimpiku sendiri
Tetapi maaf, bila aku mencapai mimpi-mimpiku itu
Itu bukan untuk dirimu
Namun untuk diriku sendiri dan orang-orang yang aku sayangi
Maaf
Maaf
Ini kulakukan karena engkau tak pernah bisa memahami aku
Aku yang harus kau cintai dengan segenap hatimu
Bukan kau salahkan setiap hari
17062019
KEPADA KEKASIHKU YANG TAK BERNAMA (Genoveva Dian)
Rinduku padamu, kekasihku yang tak bernama
Yang hanya kuingat lewat denyut jantungku
Kuingin ucapkan cintaku yang menghentak seumpama gempa bumi dari dasar samudera
Mungkin lambat laun dapat kaurasakan sebagai tarikan napas di dadamu yang beku
Rinduku padamu, kekasihku yang tak bernama
Yang hanya kukenang lewat sepenggal waktuku
Kuingin bisikkan gelisahku yang menyiksa
Saat kau tak lagi di sini
Sebagai ranting yang patah dari dahan kehidupan
Demikianlah kau akan merasakannya
Perhentianku yang terakhir, di pintu masuk hatimu, kekasihku yang tak bernama
Yang akan terus kutunggu kau membukanya
Kuingin katakan, bahwa segala pengharapan t'lah tertuju padamu
Yang walaupun tak sempurna namun tetap ingin kau terima
Nanti, kelak, bila tanganmu saja yang mampu menggandengku masuk
Akan kuceritakan padamu
Betapa cinta yang kumiliki
Selamanya sudah kau curi
Sleman, 17 Juni 2019
Yang hanya kuingat lewat denyut jantungku
Kuingin ucapkan cintaku yang menghentak seumpama gempa bumi dari dasar samudera
Mungkin lambat laun dapat kaurasakan sebagai tarikan napas di dadamu yang beku
Rinduku padamu, kekasihku yang tak bernama
Yang hanya kukenang lewat sepenggal waktuku
Kuingin bisikkan gelisahku yang menyiksa
Saat kau tak lagi di sini
Sebagai ranting yang patah dari dahan kehidupan
Demikianlah kau akan merasakannya
Perhentianku yang terakhir, di pintu masuk hatimu, kekasihku yang tak bernama
Yang akan terus kutunggu kau membukanya
Kuingin katakan, bahwa segala pengharapan t'lah tertuju padamu
Yang walaupun tak sempurna namun tetap ingin kau terima
Nanti, kelak, bila tanganmu saja yang mampu menggandengku masuk
Akan kuceritakan padamu
Betapa cinta yang kumiliki
Selamanya sudah kau curi
Sleman, 17 Juni 2019
PEREMPUANKU
Mentari yang menyapa di pagi
yang dingin
Membelai dahagaku ketika melihatmu
Izinkan ku memelukmu, Perempuanku
Yang sedari tadi melintas penuh senyuman
Kan kucumbu dirimu dalam diam
Dalam hela napas yang kupersiapkan hanya untuk menghembus di telinga ranummu
Kucumbu kau sekali dan sekali lagi
Duhai perempuanku
Tak kan lepas dekapku membiarmu terlena
Rontamu yang penuh gairah
Seperti mengajakku menari di atas tubuhmu
Hadiahku termahal untuk kau kenangkan, Perempuanku
Ketika mentari masih menyapa di pagi yang dingin
Membalaskan dendam rinduku 'tuk menciummu lagi dan lagi
Dengar kau, wahai Perempuanku
Aku tak akan lelah merengkuhmu
Sleman, 170619
yang dingin
Membelai dahagaku ketika melihatmu
Izinkan ku memelukmu, Perempuanku
Yang sedari tadi melintas penuh senyuman
Kan kucumbu dirimu dalam diam
Dalam hela napas yang kupersiapkan hanya untuk menghembus di telinga ranummu
Kucumbu kau sekali dan sekali lagi
Duhai perempuanku
Tak kan lepas dekapku membiarmu terlena
Rontamu yang penuh gairah
Seperti mengajakku menari di atas tubuhmu
Hadiahku termahal untuk kau kenangkan, Perempuanku
Ketika mentari masih menyapa di pagi yang dingin
Membalaskan dendam rinduku 'tuk menciummu lagi dan lagi
Dengar kau, wahai Perempuanku
Aku tak akan lelah merengkuhmu
Sleman, 170619
Minggu, 16 Juni 2019
UNTUKMU (Genoveva Dian)
Kupuisikan pertemuan kita
Dalam bingkai yang kukemas begitu indah berwarna keemasan
Kusisipkan begitu tersembunyi agar tak seorangpun tahu
Dan agar keraguan tak menjadi sajak dalam luka
Untuk itu kupesan satu tempat khusus di hati
Ketika nantinya tersimpan segambar rupa senyum kita
Maka tak kubiarkan ronanya memudar karena waktu
Suatu saat nanti, bila sang candu asmara telah membunuh kita
Izinkan aku memejamkan netra
Dan menikmati caramu mencintaiku
Sleman 160619
Dalam bingkai yang kukemas begitu indah berwarna keemasan
Kusisipkan begitu tersembunyi agar tak seorangpun tahu
Dan agar keraguan tak menjadi sajak dalam luka
Untuk itu kupesan satu tempat khusus di hati
Ketika nantinya tersimpan segambar rupa senyum kita
Maka tak kubiarkan ronanya memudar karena waktu
Suatu saat nanti, bila sang candu asmara telah membunuh kita
Izinkan aku memejamkan netra
Dan menikmati caramu mencintaiku
Sleman 160619
ADALAH KAMU (Genoveva Dian)
Ada cinta dimana musim gugur baru saja menyentuh bumi
Ketentraman yang tak biasa
Hadir dalam tenang
Perlahan menyentuh dalam hati yang masih penuh asa
Pada arah angin di lain tempat
Cinta yang tak sempurna
Seumpama kelopak kemuning layu di tanah merah
Seperti rindu yang ingin kutuang namun tak bercawan
Adalah kamu, dimana pesona mentari terbit di jiwa yang lain
Membelai sejuk dalam kerontang dan dahaga
Mungkinkah, kubiarkan nyawaku terus terlindas kecewa olehnya
Sementara kecupmu lembut di kering bibirku
Sleman 160619
Ketentraman yang tak biasa
Hadir dalam tenang
Perlahan menyentuh dalam hati yang masih penuh asa
Pada arah angin di lain tempat
Cinta yang tak sempurna
Seumpama kelopak kemuning layu di tanah merah
Seperti rindu yang ingin kutuang namun tak bercawan
Adalah kamu, dimana pesona mentari terbit di jiwa yang lain
Membelai sejuk dalam kerontang dan dahaga
Mungkinkah, kubiarkan nyawaku terus terlindas kecewa olehnya
Sementara kecupmu lembut di kering bibirku
Sleman 160619
DOSA (Genoveva Dian)
Di antara derit ranjang
Ada nafasmu mengharu biru
Membelai hangat
Di atas dadaku yang telanjang
Ketika sang waktu menjentikkan romansa
Dari bulir-bulir peluh yang menyatu padu
Di atas cinta yang meniup aroma
Gelora dosa
Kau dan aku
Tanggal di sini
Satu persatu
Menjadi irama nafsu yang menggeliat lepas
Di sentuhmu yang menghujam nikmat
Kubisikkan kalimat syahdu
Ini diriku
Milikilah utuh
Dan waktu menjadi riuh 'kan seduhan nafasmu
150619
Ada nafasmu mengharu biru
Membelai hangat
Di atas dadaku yang telanjang
Ketika sang waktu menjentikkan romansa
Dari bulir-bulir peluh yang menyatu padu
Di atas cinta yang meniup aroma
Gelora dosa
Kau dan aku
Tanggal di sini
Satu persatu
Menjadi irama nafsu yang menggeliat lepas
Di sentuhmu yang menghujam nikmat
Kubisikkan kalimat syahdu
Ini diriku
Milikilah utuh
Dan waktu menjadi riuh 'kan seduhan nafasmu
150619
KUMPULAN PUISI DUA BARIS
BUATMU
Ketika dua hati berpadu dalam dekap
Sejak itu rindu dan sayang abadi terpatri, buatmu
150619/1
SAPAMU PAGI INI
Rinduku semalam hanya bisa kutahan dalam diam
Sapamu pagi ini pelepas dahagaku
210619/2
TAK BERLALU
Kurasakan waktu yang terus berlalu
Tapi mengapa memikirkanmu tak pernah berlalu ?
220619/3
DALAM DIAMKU
Sejujurnya saat suara kutahan dengan kuat dan suasana tampak sunyi senyap
Pikiran ini tak terbendung menujumu
22062019/4
KEHADIRANMU
Kehadiranmu membangunkan tidur panjangku
Untuk melihat dan merasakan kembali cinta dan cemburu, bahagia dan sakit
280619/5
RINDU
Rinduku menggelora
Saat kita harus jeda
290619/6
Ketika dua hati berpadu dalam dekap
Sejak itu rindu dan sayang abadi terpatri, buatmu
150619/1
SAPAMU PAGI INI
Rinduku semalam hanya bisa kutahan dalam diam
Sapamu pagi ini pelepas dahagaku
210619/2
TAK BERLALU
Kurasakan waktu yang terus berlalu
Tapi mengapa memikirkanmu tak pernah berlalu ?
220619/3
DALAM DIAMKU
Sejujurnya saat suara kutahan dengan kuat dan suasana tampak sunyi senyap
Pikiran ini tak terbendung menujumu
22062019/4
KEHADIRANMU
Kehadiranmu membangunkan tidur panjangku
Untuk melihat dan merasakan kembali cinta dan cemburu, bahagia dan sakit
280619/5
RINDU
Rinduku menggelora
Saat kita harus jeda
290619/6
Sabtu, 15 Juni 2019
KUMPULAN PUISI DUA BARIS (Genoveva Dian)
SUARAMU
Suaramu itu, bagai buluh perindu yang membelai selalu daun telingaku
Lagu yang kau nyanyikan, adalah cinta untuk menghimpun hatiku yang porak poranda
Sleman 050719
#untukmuyangbersuaramerdu
#pdb_gens
UNTUK KEKASIHKU
Akan kuletakkan di sini, sejumput cinta
Ketika mula pertama kau rekatkan tangan, menggenggamku
Sleman, 150619
#Pdb_gens
KIDUNG SEDERHANA SEORANG ISTRI
Duduklah di sini, kekasihku, di bangku yang telah kusiapkan cinta
Makan dan minumlah, lalu aku 'kan diam sampingmu, sesekali mengebaskan debu di leher kemejamu
Sleman, 260619
#pdb_gens
KEMANA?
Kemanakah aku akan pergi, kepadamu atau kepadanya?
Jika segala rasa tertumpah tanpa perbedaan
Sleman 260619
#pdb_gens
TAHUKAH?
Tahukah kau, bila terdiam menatapku sedang marah
Tampak bagiku ketampananmu tiada tara
Sleman,270619
#pdb_gens
BANDEL
Pergilah tidur, suamiku yang bandel
Berhentilah menciumku, seperti tiada esok hari
Sleman 270619
#pdb_gens
NANTI SAJA
Pergilah bekerja, suamiku yang bandel
Jangan henti untuk menciumiku, tapi nanti, bila tiba jeda waktu untuk kita menyetubuhkan cinta
Sleman 280619
#pdb_gens
RINDU
Rindu dengusan napasmu yang merabai telingaku
Seperti hendak melumatnya dengan perlahan
Sleman,280619
#pdb_gens
AKU
Aku yang tak pernah menjadi bayangan pada langkahmu
Mulai sekarang akan mati, tolong jangan mencari lagi
Sleman 290619
#pdb_gens
Di #prankbymywife
Jumat, 07 Juni 2019
PENTIGRAF (TENGSOE TJAHJONO)
Esensi Pentigraf
Kekuatan pentigraf sebenarnya bukan semata-mata pada alur, tetapi pada kepadatan dan kejutan. Pentigraf bukanlah ringkasan cerpen tetapi sungguh-sungguh prosa yang pendek.
Dalam format 3 paragraf itu penulis diharapkan sungguh-sungguh efektif menggunakan sarana bahasa dan unsur-unsur narasi. Hanya dalam format 3 paragraf penulis hendaknya berhasil membangun konflik yang luar biasa dari sang tokoh dan mau menciptakan ketakterdugaan akhir pada paragraf ketiga. Buatlah pembaca terpaku dan terdiam di situ.
Bagaimana dengan pentigraf bersambung? Pentigraf bersambung rata-rata kehilangan esensi kepadatan dan kejutan. Sesungguhnya, pentigraf selesai dalam 3 paragraf itu. Bisa jadi kita bisa bikin novel dengan menjahit banyak pentigraf. Dengan catatan pentigraf-pentigraf itu tetap mandiri sebagai sebuah pentigraf. Dia bisa dibaca sendiri dan sudah sungguh-sungguh selesai.
Karena sifatnya yang padat tersebut, pentigraf memang susah dimasukkan ke dalam genre popular. Karya ini tergolong karya eksperimental yang memerlukan tafsir saat membacanya. Jadi, kekuatan pentigraf bukan hanya pada alur, bukan hanya pada cerita...
Selamat menulis sambil menanti proyek berikutnya.
Tengsoe Tjahjono
Kekuatan pentigraf sebenarnya bukan semata-mata pada alur, tetapi pada kepadatan dan kejutan. Pentigraf bukanlah ringkasan cerpen tetapi sungguh-sungguh prosa yang pendek.
Dalam format 3 paragraf itu penulis diharapkan sungguh-sungguh efektif menggunakan sarana bahasa dan unsur-unsur narasi. Hanya dalam format 3 paragraf penulis hendaknya berhasil membangun konflik yang luar biasa dari sang tokoh dan mau menciptakan ketakterdugaan akhir pada paragraf ketiga. Buatlah pembaca terpaku dan terdiam di situ.
Bagaimana dengan pentigraf bersambung? Pentigraf bersambung rata-rata kehilangan esensi kepadatan dan kejutan. Sesungguhnya, pentigraf selesai dalam 3 paragraf itu. Bisa jadi kita bisa bikin novel dengan menjahit banyak pentigraf. Dengan catatan pentigraf-pentigraf itu tetap mandiri sebagai sebuah pentigraf. Dia bisa dibaca sendiri dan sudah sungguh-sungguh selesai.
Karena sifatnya yang padat tersebut, pentigraf memang susah dimasukkan ke dalam genre popular. Karya ini tergolong karya eksperimental yang memerlukan tafsir saat membacanya. Jadi, kekuatan pentigraf bukan hanya pada alur, bukan hanya pada cerita...
Selamat menulis sambil menanti proyek berikutnya.
Tengsoe Tjahjono
KEJUTAN
Hari ini hati Yoyun gembira. Dia menyiapkan segala perbekalan untuk acara rekreasinya bersama beberapa teman kantor. Rencananya berangkat nanti sore sepulang kerja. Pulau Dewata Bali adalah destinasi wisata mereka. Hati Yoyun tambah gembira karena Ratih, teman sekantornya, gadis cantik yang susah ditaklukannya itu ikut serta. Setelah menempuh beberapa jam perjalanan sampailah mereka di pulau Bali. Perjalanan selanjutnya menuju dahulu ke tempat penginapan yang telah mereka pesan sebelumnya.
Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah Pantai Kuta. Yoyun berjalan-jalan di pinggir pantai menikmati pemandangan. Banyak wisatawan mancanegara memanjakan diri untuk berjemur. Yoyun pun tak mau kalah. Direbahkannya tubuhnya dengan nyaman, merasakan semilirnya angin sambil menikmati indahnya deburan ombak pantai. Tak lama kemudian teman-temannya mengajaknya untuk bermain bola pantai dan foto-foto bersama. Ia bergembira. Tetapi ada yang membuat hatinya gundah gulana. Teman-temannya lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahun kelahirannya
Malam hari Yoyun berdiri di balkon lantai tiga penginapan itu. Tangannya memegang pagar balkon dan pikirannya menerawang jauh ke depan. Sejenak ia menyadari bahwa ulang tahun adalah saat yang tepat baginya untuk menyendiri. Merenungkan dirinya sendiri, melihat masa lalu dan mengambil semangat untuk masa depan. Tiba-tiba suara merdu memotong permenungannya. Yoyun menoleh, dilihatnya Ratih, gadis yang dia sukai, membawa kue ulang tahun bertuliskan namanya berikut lilin yang menyala. Dan dibelakang gadis itu, muncul semua teman kantornya. "Selamat ulang tahun,Yoyun! Make a wish dan tiup lilinnya ya..." Seru mereka kompak. Yoyun terdiam sejenak, matanya yang basah oleh air mata mengerjap lalu memejam untuk berdoa. Ada haru menyeruak, kemudian ditiupnya lilin ulang tahunnya. Tepuk tangan membahana di sekeliling ruangan, dan tanpa ia sangka-sangka, Ratih mendaratkan ciuman hangat di pipi kanan Yoyun. Wajahnya merona segar.
CINTAKU (Genoveva Dian)
Cintaku...
Entah seberapa bening rindu mengalir dalam dadaku
Semenjak kau ada
Mulai menyeruak desirnya bagai mata air di telaga sunyi
Mulailah sejak itu, tercipta bait-bait sajak
Yang tak mampu aku sendiri menterjemahkannya
Butuh kau juga untuk mengejanya
Menjadi kalimat bahagia
Cintaku...
Entah seberapa banyak sudah kutuang desah nada kasihku
Pada cawan ini
Berharap kau duduk
Menyesapnya sembari menggenggam tanganku
Dan dari matamu saja kuterima rasa itu
Rasa yang sama
Cintaku
Entah seberapa bening rindu mengalir dalam dadaku
Semenjak kau ada
Mulai menyeruak desirnya bagai mata air di telaga sunyi
Mulailah sejak itu, tercipta bait-bait sajak
Yang tak mampu aku sendiri menterjemahkannya
Butuh kau juga untuk mengejanya
Menjadi kalimat bahagia
Cintaku...
Entah seberapa banyak sudah kutuang desah nada kasihku
Pada cawan ini
Berharap kau duduk
Menyesapnya sembari menggenggam tanganku
Dan dari matamu saja kuterima rasa itu
Rasa yang sama
Cintaku
Selasa, 04 Juni 2019
KOPI DAN DIRIMU
Secangkir kopi kupesan
Setelah sedikit lelah dalam perjalanan
Masih mengepul asap karena panasnya
Kucium segar aroma rasanya
Kopi, pelepas nikmatku sepanjang perjalanan
Begitupun setelah menemukanmu
Saat sendiri menyusuri lorong-lorong kehidupan
Hangat hatimu memberi sentuhan
Seperti butiran kopi yang kini kusesap
Dirimu, penyemangat perjalanan
Jadikan lunglai rinduku berhaus 'kan membelaimu
DI UJUNG RINDU
Yoyun duduk di kursi pesawat dengan gelisah. Wajahnya masih sama seperti dulu, lugu dan polos. Ada rindu pada kampung halamannya di Tegal, pada orangtuanya dan pada Maria Sharapova, kekasihnya yang seksi. Sudah empat tahun dia bekerja sebagai TKI di negeri tetangga. Hari ini dia pulang untuk yang pertama kalinya.
Memeluk bapak-simbok, menyerahkan oleh-oleh dan bercengkrama dengan para keponakan, dilakukannya begitu dia sampai di rumahnya. Badan Yoyun terasa lebih segar setelah dia mandi dan makan. Rasa bahagia menyelimuti dadanya. Namun belumlah lengkap. Besok siang dia akan menemui Maria Sharapova di rumah gadis itu.
Gadis yang masih cantik seperti dulu. Masih seksi dan bahenol. Yoyun tersenyum penuh rindu setekah melihat Maria Sharapova menyambutnya di depan pintu. Tapi, siapa gadis kecil itu? Mengapa begitu lengket sekali dengan Maria?
"Maafkan aku, Yoyun. Empat tahun kepergianmu membuat aku tak tahan. Paidi temanmu itu yang selalu menghibur aku kala aku kesepian. Dan ini, adalah Stela, anakku dengan Paidi." Yoyun seperti tersambar petir. Diremasnya ujung kemeja yang dipakainya. Pikirannya melayang jauh, saat Paidi, sahabatnya, dengan getol mendorongnya untuk pergi menjadi TKI supaya Yoyun mendapatkan cukup uang untuk melamar Maria Sharapova.
Senin, 03 Juni 2019
Blog wars potrets
Nama Pengguna : sswarsito7@gmail.com
Masuk dengan : https://warspotrets@blogspot.com
Masuk dengan : https://warspotrets@blogspot.com
UNTUKMU (Genoveva Dian)
Ada seribu bintang yang akan kupetik
Namun menjadi tak indah bila sinarnya redup
Kupilih satu saja
Untukmu
Selamat malam, malaikatku
Jangan rapuh untuk berdiri menggendongku
Meski menyakitkan
Jangan menyerah untuk melafalkan huruf demi huruf namaku
Meski aku berlari jauh tanpa arah
Namun menjadi tak indah bila sinarnya redup
Kupilih satu saja
Untukmu
Selamat malam, malaikatku
Jangan rapuh untuk berdiri menggendongku
Meski menyakitkan
Jangan menyerah untuk melafalkan huruf demi huruf namaku
Meski aku berlari jauh tanpa arah
MAAFKAN AKU
Hai gadis di ujung sana
Yang duduk di teras menikmati senja
Yang matanya memandang jauh ke langit
Lalu hadir sang dewa tersenyum menyapa
Maafkan aku bila aku sempat cemburu
Pada hal yang tidak perlu
Yang menjadi harta dirimu
Tunggulah di teras itu, malam akan segera tiba
Seribu bintang akan bertaburan di angkasa
Mereka semua bersaudara
Memadangmu penuh cinta
Yang duduk di teras menikmati senja
Yang matanya memandang jauh ke langit
Lalu hadir sang dewa tersenyum menyapa
Maafkan aku bila aku sempat cemburu
Pada hal yang tidak perlu
Yang menjadi harta dirimu
Tunggulah di teras itu, malam akan segera tiba
Seribu bintang akan bertaburan di angkasa
Mereka semua bersaudara
Memadangmu penuh cinta
YOYUN PENUKAR UANG (GENOVEVA)
Menjelang hari raya Idul Fitri, banyak orang mencoba peruntungan dengan menjual uang baru di tepi-tepi jalan. Biasanya untuk mengisi amplop angpao. Yoyun pun ingin mencoba. Dengan modal satu juta rupiah, ditukarkannya uangnya itu di Bank menjadi pecahan dua ribuan, lima ribuan, sepuluh ribuan serta dua puluh ribuan.
Seharian Yoyun berdiri sambil melambai- lambaikan uang kertas yang dimasukkannya ke dalam plastik dengan jumlah berbeda-beda itu. Namun belum satupun orang datang mendekat. Padahal para penjaja uang baru yang juga berdiri tak jauh darinya sudah berhasil mendapatkan pembeli.
Tiba-tiba Yoyun didatangi beberapa orang yang hendak menukarkan uangnya. Entah mereka satu golongan atau datang sendiri-sendiri, Yoyun tak peduli. Dengan cepat dagangannya ludes. Yoyun pun pulang dengan pongah, mencibir pada teman-temannya yang masih berdiri kepanasan sambil menjajakan uang baru, lalu mengendarai sepeda motornya untuk pulang.
Sesampai di rumah, Yoyun mengeluarkan uang hasil tukarannya itu. Setelah diperhatikan dengan teliti dan diraba ada yang aneh. Yoyun membandingkannya dengan uangnya sendiri dari dalam dompetnya.
"Apa ini? Ya Tuhaaaan....!!!!" Dihamburkannya uang-uang hasilnya berjualan tadi. Semuanya palsu.
Sabtu, 01 Juni 2019
GARA-GARA KAMU
Gara-gara kamu, aku merasakan kembali yang namanya rindu, sesuatu yang lama tak hinggap padaku
Gara-gara kamu, separuh pikiranku selalu tertuju padamu
Gara-gara kamu, hidupku jadi penuh warna
Gara-gara kamu, aku bisa mengungkapkan segala sesuatu dalam kata kata
Kamu harus bertanggungjawab !😆
Gara-gara kamu, separuh pikiranku selalu tertuju padamu
Gara-gara kamu, hidupku jadi penuh warna
Gara-gara kamu, aku bisa mengungkapkan segala sesuatu dalam kata kata
Kamu harus bertanggungjawab !😆
JEDA (Genoveva Dian)
Ada jeda diantara mendung dan hujan
Itu adalah kita, yang berteduh dalam payungan cinta
Itu adalah kita, yang berteduh dalam payungan cinta
Langganan:
Komentar (Atom)
SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA
Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...
-
ACIES 2025 baru saja usai. Namun kemeriahan acara ACIES masih saja membekas. Menyanyi, berjoget bersama, makan bersama, bercengkerama...
-
Aku mempunyai banyak angan-angan dan kerinduan 1. Aku ingin mempunyai gallery seni yang di dalamnya ada cafe dan bookstore Gal...
-
Sekarang ini aku benar-benar mengalami kesulitan ekonomi. Gaji dari kantor tidak cukup, pinjaman banyak, aku harus berpiki...



