Menjelang hari raya Idul Fitri, banyak orang mencoba peruntungan dengan menjual uang baru di tepi-tepi jalan. Biasanya untuk mengisi amplop angpao. Yoyun pun ingin mencoba. Dengan modal satu juta rupiah, ditukarkannya uangnya itu di Bank menjadi pecahan dua ribuan, lima ribuan, sepuluh ribuan serta dua puluh ribuan.
Seharian Yoyun berdiri sambil melambai- lambaikan uang kertas yang dimasukkannya ke dalam plastik dengan jumlah berbeda-beda itu. Namun belum satupun orang datang mendekat. Padahal para penjaja uang baru yang juga berdiri tak jauh darinya sudah berhasil mendapatkan pembeli.
Tiba-tiba Yoyun didatangi beberapa orang yang hendak menukarkan uangnya. Entah mereka satu golongan atau datang sendiri-sendiri, Yoyun tak peduli. Dengan cepat dagangannya ludes. Yoyun pun pulang dengan pongah, mencibir pada teman-temannya yang masih berdiri kepanasan sambil menjajakan uang baru, lalu mengendarai sepeda motornya untuk pulang.
Sesampai di rumah, Yoyun mengeluarkan uang hasil tukarannya itu. Setelah diperhatikan dengan teliti dan diraba ada yang aneh. Yoyun membandingkannya dengan uangnya sendiri dari dalam dompetnya.
"Apa ini? Ya Tuhaaaan....!!!!" Dihamburkannya uang-uang hasilnya berjualan tadi. Semuanya palsu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar