Seperti riak air di sungai yang deras
Begitu kau menempatkan cintamu padaku
Beribu curiga dan cemburu kau labuhkan di sana
Hanya untuk menahan hatiku yang berlarian ke sana kemari
Segala mimpi dan asa kau sematkan di atas ranting pohon yang meliuk diterpa angin
Di atas arus deras yang kau percayakan itu
Kekasih, masih mungkinkah aku berlari lagi?
Jika sampanku t'lah tertambat di antara bebatuan
Yang kokohnya menandai gairahmu
Aku akan diam di sini
Menanti hanya uluran tanganmu
Sebab hanya kau yang mengerti
Cara menenangkan badainya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA
Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...
-
ACIES 2025 baru saja usai. Namun kemeriahan acara ACIES masih saja membekas. Menyanyi, berjoget bersama, makan bersama, bercengkerama...
-
Aku mempunyai banyak angan-angan dan kerinduan 1. Aku ingin mempunyai gallery seni yang di dalamnya ada cafe dan bookstore Gal...
-
Sekarang ini aku benar-benar mengalami kesulitan ekonomi. Gaji dari kantor tidak cukup, pinjaman banyak, aku harus berpiki...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar