Senin, 17 Juni 2019

PEREMPUANKU

Mentari yang menyapa di pagi
yang dingin
Membelai dahagaku ketika melihatmu
Izinkan ku memelukmu, Perempuanku
Yang sedari tadi melintas penuh senyuman
Kan kucumbu dirimu dalam diam
Dalam hela napas yang kupersiapkan hanya untuk menghembus di telinga ranummu
Kucumbu kau sekali dan sekali lagi
Duhai perempuanku
Tak kan lepas dekapku membiarmu terlena
Rontamu yang penuh gairah
Seperti mengajakku menari di atas tubuhmu
Hadiahku termahal untuk kau kenangkan, Perempuanku
Ketika mentari masih menyapa di pagi yang dingin
Membalaskan dendam rinduku 'tuk menciummu lagi dan lagi
Dengar kau, wahai Perempuanku
Aku tak akan lelah merengkuhmu

Sleman, 170619

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...