Mentari yang menyapa di pagi
yang dingin
Membelai dahagaku ketika melihatmu
Izinkan ku memelukmu, Perempuanku
Yang sedari tadi melintas penuh senyuman
Kan kucumbu dirimu dalam diam
Dalam hela napas yang kupersiapkan hanya untuk menghembus di telinga ranummu
Kucumbu kau sekali dan sekali lagi
Duhai perempuanku
Tak kan lepas dekapku membiarmu terlena
Rontamu yang penuh gairah
Seperti mengajakku menari di atas tubuhmu
Hadiahku termahal untuk kau kenangkan, Perempuanku
Ketika mentari masih menyapa di pagi yang dingin
Membalaskan dendam rinduku 'tuk menciummu lagi dan lagi
Dengar kau, wahai Perempuanku
Aku tak akan lelah merengkuhmu
Sleman, 170619
Senin, 17 Juni 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA
Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...
-
ACIES 2025 baru saja usai. Namun kemeriahan acara ACIES masih saja membekas. Menyanyi, berjoget bersama, makan bersama, bercengkerama...
-
Aku mempunyai banyak angan-angan dan kerinduan 1. Aku ingin mempunyai gallery seni yang di dalamnya ada cafe dan bookstore Gal...
-
Sekarang ini aku benar-benar mengalami kesulitan ekonomi. Gaji dari kantor tidak cukup, pinjaman banyak, aku harus berpiki...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar