Sabtu, 15 Juni 2019

KUMPULAN PUISI DUA BARIS (Genoveva Dian)


SUARAMU

Suaramu itu, bagai buluh perindu yang membelai selalu daun telingaku
Lagu yang kau nyanyikan, adalah cinta untuk menghimpun hatiku yang porak poranda

Sleman 050719
#untukmuyangbersuaramerdu
#pdb_gens


UNTUK KEKASIHKU

Akan kuletakkan di sini, sejumput cinta
Ketika mula pertama kau rekatkan tangan, menggenggamku

Sleman, 150619
#Pdb_gens

KIDUNG SEDERHANA SEORANG ISTRI

Duduklah di sini, kekasihku, di bangku yang telah kusiapkan cinta
Makan dan minumlah, lalu aku 'kan diam sampingmu, sesekali mengebaskan debu di leher kemejamu

Sleman, 260619
#pdb_gens

KEMANA?

Kemanakah aku akan pergi, kepadamu atau kepadanya?
Jika segala rasa tertumpah tanpa perbedaan

Sleman 260619
#pdb_gens


TAHUKAH?

Tahukah kau, bila terdiam menatapku sedang marah
Tampak bagiku ketampananmu tiada tara

Sleman,270619
#pdb_gens

BANDEL

Pergilah tidur, suamiku yang bandel
Berhentilah menciumku, seperti tiada esok hari

Sleman 270619
#pdb_gens


NANTI SAJA

Pergilah bekerja, suamiku yang bandel
Jangan henti untuk menciumiku, tapi nanti, bila tiba jeda waktu untuk kita menyetubuhkan cinta

Sleman 280619
#pdb_gens

RINDU

Rindu dengusan napasmu yang merabai telingaku
Seperti hendak melumatnya dengan perlahan

Sleman,280619
#pdb_gens


AKU

Aku yang tak pernah menjadi bayangan pada langkahmu
Mulai sekarang akan mati, tolong jangan mencari lagi

Sleman 290619
#pdb_gens
Di #prankbymywife

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...