Di antara derit ranjang
Ada nafasmu mengharu biru
Membelai hangat
Di atas dadaku yang telanjang
Ketika sang waktu menjentikkan romansa
Dari bulir-bulir peluh yang menyatu padu
Di atas cinta yang meniup aroma
Gelora dosa
Kau dan aku
Tanggal di sini
Satu persatu
Menjadi irama nafsu yang menggeliat lepas
Di sentuhmu yang menghujam nikmat
Kubisikkan kalimat syahdu
Ini diriku
Milikilah utuh
Dan waktu menjadi riuh 'kan seduhan nafasmu
150619
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA
Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...
-
ACIES 2025 baru saja usai. Namun kemeriahan acara ACIES masih saja membekas. Menyanyi, berjoget bersama, makan bersama, bercengkerama...
-
Aku mempunyai banyak angan-angan dan kerinduan 1. Aku ingin mempunyai gallery seni yang di dalamnya ada cafe dan bookstore Gal...
-
Sekarang ini aku benar-benar mengalami kesulitan ekonomi. Gaji dari kantor tidak cukup, pinjaman banyak, aku harus berpiki...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar