Kan kuabadikan sebuah pertemuan denganmu hai kekasih ketika doa yang kuhunjuk dikabulkan, ketika air mata harapan tlah didengarkan
Ah kekasih, kedatanganmu padaku bagai mentari di pagi itu
Yang membawa keceriaan dan syukur dalam hatiku
Pelukmu yang hangat dan rasa sayang yang kau nyatakan tlah buktikan kedalaman cintamu padaku
Tak pernah bosan-bosannya ku memandang wajahmu kala itu
Wajahmu yang cantik dan meneduhkan
Kurangkul pundakmu hai kekasih agar tetaplah kau di sini, bersamaku
Kugandeng tanganmu saat kita berjalan agar kita tak terpisah
Kugenggam telapak tanganmu tuk kubisikkan ke dalam telingamu aku di sini ada untukmu
Sejak saat itu kekasih, janganlah kau ragu akan cintaku
Sbab kau tlah abadi di sini, di dalam hatiku.
Kekasih hati, kuajak kau tuk bergandengan tangan arungi suka dukanya hidup ini
Menatap masa depan dengan penuh harapan dan keyakinan, bahwa kita bisa
Kekasih hati, cintailah aku
Kelak bila usia tlah merapuhkan tulang-tulangku aku akan bangga tlah boleh mencintaimu dan kau cintai
Dan bila aku harus pergi menghadap Sang Empunya Kehidupan, aku akan mendekap cintamu sebagai selimut kepergianku
Sby 15062019
Kamis, 20 Juni 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA
Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...
-
ACIES 2025 baru saja usai. Namun kemeriahan acara ACIES masih saja membekas. Menyanyi, berjoget bersama, makan bersama, bercengkerama...
-
Aku mempunyai banyak angan-angan dan kerinduan 1. Aku ingin mempunyai gallery seni yang di dalamnya ada cafe dan bookstore Gal...
-
Sekarang ini aku benar-benar mengalami kesulitan ekonomi. Gaji dari kantor tidak cukup, pinjaman banyak, aku harus berpiki...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar