Cintaku...
Entah seberapa bening rindu mengalir dalam dadaku
Semenjak kau ada
Mulai menyeruak desirnya bagai mata air di telaga sunyi
Mulailah sejak itu, tercipta bait-bait sajak
Yang tak mampu aku sendiri menterjemahkannya
Butuh kau juga untuk mengejanya
Menjadi kalimat bahagia
Cintaku...
Entah seberapa banyak sudah kutuang desah nada kasihku
Pada cawan ini
Berharap kau duduk
Menyesapnya sembari menggenggam tanganku
Dan dari matamu saja kuterima rasa itu
Rasa yang sama
Cintaku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA
Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...
-
ACIES 2025 baru saja usai. Namun kemeriahan acara ACIES masih saja membekas. Menyanyi, berjoget bersama, makan bersama, bercengkerama...
-
Aku mempunyai banyak angan-angan dan kerinduan 1. Aku ingin mempunyai gallery seni yang di dalamnya ada cafe dan bookstore Gal...
-
Sekarang ini aku benar-benar mengalami kesulitan ekonomi. Gaji dari kantor tidak cukup, pinjaman banyak, aku harus berpiki...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar