Selasa, 04 Juni 2019

DI UJUNG RINDU



Yoyun duduk di kursi pesawat dengan gelisah. Wajahnya masih sama seperti dulu, lugu dan polos. Ada rindu pada kampung halamannya di Tegal, pada orangtuanya dan pada Maria Sharapova, kekasihnya yang seksi. Sudah empat tahun dia bekerja sebagai TKI di negeri tetangga. Hari ini dia pulang untuk yang pertama kalinya.

Memeluk bapak-simbok, menyerahkan oleh-oleh dan bercengkrama dengan para keponakan, dilakukannya begitu dia sampai di rumahnya. Badan Yoyun terasa lebih segar setelah dia mandi dan makan. Rasa bahagia menyelimuti dadanya. Namun belumlah lengkap. Besok siang dia akan menemui Maria Sharapova di rumah gadis itu.

Gadis yang masih cantik seperti dulu. Masih seksi dan bahenol. Yoyun tersenyum penuh rindu setekah melihat Maria Sharapova menyambutnya di depan pintu. Tapi, siapa gadis kecil itu? Mengapa begitu lengket sekali dengan Maria?
"Maafkan aku, Yoyun. Empat tahun kepergianmu membuat aku tak tahan. Paidi temanmu itu yang selalu menghibur aku kala aku kesepian. Dan ini, adalah Stela, anakku dengan Paidi." Yoyun seperti tersambar petir. Diremasnya ujung kemeja yang dipakainya. Pikirannya melayang jauh, saat Paidi, sahabatnya, dengan getol mendorongnya untuk pergi menjadi TKI supaya Yoyun mendapatkan cukup uang untuk melamar Maria Sharapova.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...