Jumat, 07 Juni 2019

KEJUTAN


Hari ini hati Yoyun gembira. Dia menyiapkan segala perbekalan untuk acara rekreasinya bersama beberapa teman kantor. Rencananya berangkat nanti sore sepulang kerja. Pulau Dewata Bali adalah destinasi wisata mereka. Hati Yoyun tambah gembira karena Ratih, teman sekantornya, gadis cantik yang susah ditaklukannya itu ikut serta. Setelah menempuh beberapa jam perjalanan sampailah mereka di pulau Bali. Perjalanan selanjutnya menuju dahulu ke tempat penginapan yang telah mereka pesan sebelumnya.

Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah Pantai Kuta. Yoyun berjalan-jalan di pinggir pantai menikmati pemandangan. Banyak wisatawan mancanegara memanjakan diri untuk berjemur. Yoyun pun tak mau kalah. Direbahkannya tubuhnya dengan nyaman, merasakan semilirnya angin sambil menikmati indahnya deburan ombak pantai. Tak lama kemudian teman-temannya mengajaknya untuk bermain bola pantai dan foto-foto bersama. Ia bergembira. Tetapi ada yang membuat hatinya gundah gulana. Teman-temannya lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahun kelahirannya

Malam hari Yoyun berdiri di balkon lantai tiga penginapan itu. Tangannya memegang pagar balkon dan pikirannya menerawang jauh ke depan. Sejenak ia menyadari bahwa ulang tahun adalah saat yang tepat baginya untuk menyendiri. Merenungkan dirinya sendiri, melihat masa lalu dan mengambil semangat untuk masa depan. Tiba-tiba suara merdu memotong permenungannya. Yoyun menoleh, dilihatnya Ratih, gadis yang dia sukai, membawa kue ulang tahun bertuliskan namanya berikut lilin yang menyala. Dan dibelakang gadis itu, muncul semua teman kantornya. "Selamat ulang tahun,Yoyun! Make a wish dan tiup lilinnya ya..." Seru mereka kompak. Yoyun terdiam sejenak, matanya yang basah oleh air mata mengerjap lalu memejam untuk berdoa. Ada haru menyeruak, kemudian ditiupnya lilin ulang tahunnya. Tepuk tangan membahana di sekeliling ruangan, dan tanpa ia sangka-sangka, Ratih mendaratkan ciuman hangat di pipi kanan Yoyun. Wajahnya merona segar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELEMBAR MALAM DI KOTA SURABAYA

Hujan di sore hari itu masih menguyur meski kecil. Langit sore kota Surabaya masih ingin menumpahkan airnya. Johannes de Britto, Nia, Warsit...